Presiden Prancis Macron: Keluarnya Inggris dari Uni Eropa Hari yang Menyedihkan

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 09:24 WIB
Presiden Prancis Macron: Keluarnya Inggris dari Uni Eropa Hari yang Menyedihkan

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (FOTO: Christophe PETIT TESSON / POOL / AFP)

PARIS, iNews.id - Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada Jumat (31/1/2020) atau Brexit merupakan hari yang menyedihkan. Dia juga menyebut hal tersebut adalah sebuah pelajaran.

Berbicara setelah pertemuan di Paris dengan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, pemimpin Prancis itu mengatakan: "Inggris meninggalkan Uni Eropa dua hari lagi, ini adalah hari yang menyedihkan, kegagalan, dan pelajaran bagi kita semua."

Dilaporkan AFP, Kamis (30/1/2020), sementara Prancis menyesalkan keputusan Inggris meninggalkan blok itu setelah 47 tahun, Macron memperingatkan Inggris bahwa Prancis tidak terburu-buru mengadakan perjanjian perdagangan baru.

"Kami tidak akan tunduk pada segala tekanan atau ketergesaan," katanya, merujuk niat Perdana Menteri Inggris Boris untuk merundingkan kesepakatan menjelang akhir tahun ini, jadwal yang dianggap optimis oleh Uni Eropa.

Berbicara di parlemen Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan, bagian tersulit terbentang di depan, terkait perundingan Inggris dan Uni Eropa mengenai hubungan pasca-Brexit mereka.

Le Drian, menyebut sangat penting bagi anggota Uni Eropa yang tersisa untuk bersatu dalam pembicaraan perdagangan.

Fia juga mengemukakan sejumlah peringatan dari para pemimpin Uni Eropa terhadap segala bentuk persaingan tidak adil, dalam bidang apa pun, dari Inggris.

Editor : Nathania Riris Michico