Presiden Vietnam Meninggal, Tempat Hiburan Harus Tutup
HANOI, iNews.id - Pemerintah Vietnam memberlakukan hari berkabung nasional selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis (26-27/9/2018) terkait meninggalnya Presiden Tran Dai Quang.
Quang meninggal dunia di usia 61 tahun pada Jumat pekan lalu akibat sakit yang dideritanya sejak lama. Kantor berita pemerintah menyebut, Quang meninggal akibat serangan virus langka, namun tak disebutkan secara detail.
Bendera setengah tiang dikibarkan selama masa berkabung. Jenazah Quang akan disemayamkan di Hanoi sebelum dibawa ke kampung halaman di Provinsi Ninh Binh pada keesokan harinya untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman akan disiarkan langsung oleh televisi nasional.
Tempat-tempat hiburan di seluruh Vietnam diharuskan tutup selama masa berkabung sebagai bentuk penghormatan kepada presiden yang menjabat sejak Apriil 2016 itu.
"Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi partai, negara, dan rakyat kami," bunyi pernyataan Partai Komunis Vietnam, dikutip dari AFP.
Ucapan duka cita disampaikan berbagai pemimpin negara. Kuba, sebagai sesama negara komunis, juga memberlakukan hari berkabung. Presiden Amerika Serilat Donald Trump menyebut Quang sebagai teman yang baik bagi Amerika.
Rasa belansungkawa juga disampaikan pemimpin Kamboja dan China. Meskipun Vietnam dan China negara berideologi sama, Presiden Quang berseberangan dengan China soal sengketa wilayah Laut China Selatan.
Wakil Presiden Dang Tai Ngoc akan menambil alih kendali pemerintahan untuk sementara sampai ada pemilihan oleh anggota parlemen. Dia sekaligus menjadi perempuan Vietnam pertama yang menjadi presiden.
Editor: Anton Suhartono