Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Pria Buta Asal Jepang Sukses Berlayar 14.000 Km Seberangi Laut Pasifik

Selasa, 23 April 2019 - 05:10:00 WIB
Pria Buta Asal Jepang Sukses Berlayar 14.000 Km Seberangi Laut Pasifik
Matsuhiro Iwamoto sukses berlayar menyeberangi Pasifik sejauh 14.000 km (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Seorang pria buta asal Jepang menjadi orang tuna netra pertama di dunia yang berlayar melintasi Samudera Pasifik. Dia berenang dari San Diego, Amerika Serikat (AS), menuju Prefektur Fukushima, Jepang, memakan waktu 2 bulan.

Pria bernama Mitsuhiro Iwamoto (52) itu menyelesaikan perjalanan sepanjang 14.000 kilometer pada Sabtu (20/4/2019) setelah berlayar tanpa henti.

Perjalanan ini merupakan percobaan kedua Iwamoto setelah pelayaran pertamanya gagal akibat kapanya menabrak ikan paus dan tenggelam.

"Saya tidak menyerah dan saya membuat mimpi menjadi kenyataan. Saya orang paling bahagia di dunia," kata mantan pelaut itu, dikutip dari Kyodo, Senin (22/4/2019).

Pria asal Prefektur Kumamoto yang kini tinggal di San Diego itu memulai pelayaran pada 24 Februari menggunakan kapal Dream Weaver sepanjang 12 meter. Dia dibantu seorang navigator Doug Smith.

Sejak gagal pada percobaan pertama, Iwamoto tak menyerah. Dia melatih fisik dan mental dengan mengikuti kompetisi triathlon. Tujuannnya untuk membiasakan diri berenang di laut serta membantu mengatasi trauma setelah kapalnya tenggelam di tengah Samudera Pasifik pada 2013.

Dalam usaha terbarunya ini, dia menempuh rute berlawanan dengan sebelumnya gagal.

"Kami melakukan perjalanan ini bukan hanya untuk mengejar target pribadi, tapi mengirim pesan bahwa segala keinginan bisa saja diwujudkan jika dilakukan bersama-sama," kata dia, di laman situs webnya.

Pada percobaan pertama dia berangkat dari Jepang untuk menyelesaikan perjalanan di San Diego. Perahunya tenggelam 5 hari setelah meninggalkan pelabuhan Fukushima. Iwamoto bersama navigatornya diselamatkan oleh Pasukan Bela Diri Jepang.

Dia melakukan perjalanan untuk mengumpulkan uang yang akan disumbangkan bagi pencegahan penyakit yang menyebabkan kebutaan. Iwamoto kehilangan penglihatan di usia 16 tahun.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut