Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Heroik Nenek Juru Parkir di Brebes Gagalkan Perampokan Rp3,6 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Pria Ini Temani Ayah Berjuang Lawan Corona selama 34 Hari di Rumah Sakit

Kamis, 30 April 2020 - 06:48:00 WIB
Pria Ini Temani Ayah Berjuang Lawan Corona selama 34 Hari di Rumah Sakit
Ilustrasi pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id – Ketika ayahnya yang sudah lanjut usia dilarikan ke rumah sakit di dekat Kota Madrid, Spanyol, karena sakit parah setelah terinfeksi virus corona (Covid-19), Juan Antonio menolak untuk meninggalkan lelaki yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang itu. Dia rela menghabiskan 34 hari di samping tempat tidur sang ayah dirawat, sampai benar-benar pulih.

Akhir pekan lalu, setelah lebih dari sebulan melalui kebersamaan di ruangan yang sama, bapak dan anak itu berjalan keluar dari Rumah Sakit Coslada dengan penuh kebahagiaan. Sang ayah, yang diketahui bernama Regino Martinez, dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang.

“Ketika pasien lansia itu dibawa masuk rumah sakit pertama kali, para dokter mengatakan dia sakit kritis dan hanya memiliki (sisa umur) tiga atau empat jam lagi. Dalam kasus seperti itu, kami mengizinkan kerabat dekat untuk menemani pasien,” ujar salah satu juru bicara Rumah Sakit Coslada kepada AFP, Rabu (29/4/2020).

Namun, tanpa disangka, Martinez yang sudah berusia 75 tahun itu ternyata merespons dengan baik perawatan yang diberikan rumah sakit dan kondisinya pun mulai membaik. “Putranya tinggal di dekatnya pada malam pertama dan dilanjutkan lagi pada malam kedua,” ungkap juru bicara rumah sakit itu.

Putra Martinez, Antonio, akhirnya dilarang meninggalkan kamar perawatan ayahnya, setelah dia dicurigai juga terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, setelah menjalani pemeriksaan dan sang anak dinyatakan sehat, Antonio tetap memutuskan untuk menemani ayahnya.

“Kali ini, memungkinkan kami untuk saling mengenal lebih baik,” kata Juan Antonio kepada stasiun radio Cadena Ser yang mengudara di Kota Coslada.

Juru bicara rumah sakit menyatakan, mengizinkan anak laki-laki itu tetap tinggal di samping ayahnya adalah sebuah pengecualian. Pasalnya, sesuai peraturan rumah sakit, anggota keluarga yang sehat tidak boleh berlama-lama di dekat pasien.

“Jika (kondisi) seorang pasien sangat buruk dan kami melihatnya hanya memiliki (peluang untuk hidup) beberapa hari atau keadaannya semakin memburuk, kami mengizinkan anggota keluarga yang sudah mengenakan alat pelindung diri menghabiskan 15 menit di ruangan itu, didampingi seorang psikolog di sisi mereka setiap saat,” ucapnya.

Setelah Amerika Serikat dan Italia, Spanyol adalah negara yang paling terpukul akibat wabah Covid-19. Sampai hari ini, sedikitnya sudah 24.275 orang di negeri matador meninggal dunia karena virus asal China itu. Sementara, jumlah keseluruhan pasien corona di Spanyol hingga saat ini mencapai 236.899 orang.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut