Pria Kulit Hitam Tewas di Tangan Petugas Keamanan, Picu Bentrokan dan Pembakaran di Brasil
PORTO ALEGRE, iNews.id - Insiden penganiayaan seorang pria kulit hitam sampai meninggal dunia oleh satpam supermarket memicu aksi demonstrasi ribuan orang. Demonstran melampiaskan kemarahannya dengan merusak dan membakar barang-barang supermarket di kota Porto Alegre, Brasil.
Video pemukulan hingga tewas pria kulit hitam oleh petugas keamanan supermarket Carfeour Brasil viral di media sosial sejak Kamis lalu. Dalam tayangan kekerasan tersebut, pria kulit hitam yang jadi korban diidentifikasi sebagai Joao Alberto Silveira Freitas berusia 41 tahun.
Polisi negara bagian Rio Grande mendapat laporan, insiden itu diawali ketika seorang karyawan supermarket merasa terancam dengan intimidasi korban kemudian menelpon pihak keamanan.
Situs berita G1 kemudian melaporkan bahwa analisis awal oleh badan forensik negara menunjukkan penyebab kematian bisa jadi karena sesak napas.
Menkes Brasil Tinggalkan Rumah Sakit usai Dirawat karena Dehidrasi dan Covid
Reuters melaporkan, unit lokal Carrefour SA Prancis menyampaikan penyesalan dengan apa yang disebut mereka sebagai kematian brutal dan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab mendapat sanksi secara hukum.
Pihak Carrefour telah menyiapkan pemutusan kontrak dengan perusahaan penyedia jasa keamana, memecat karyawan yang bertanggung jawab atas toko pada saat kejadian, serta menutup toko sebagai tanda penghormatan.
Demo berujung kerusuhan dan pembakaran supermarket Carrefour
Kematian Joao Alberto memicu aksi demonstrasi di kota Porto Alegre. Pengunjuk rasa membagikan stiker bergambar logo Carrfour berlumuran darah serta menyuarakan boikot supermarket asal Prancis itu. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan Black Lives Matter--menuntut keadilan bagi korban serta warga kulit hitam lainnya.
Demonstrasi berubah menjadi kerusuhan pada Jumat (20/11/2020) malam waktu setempat saat para pengunjuk rasa bertindak anarkis menghancurkan jendela supermarket, membajak kendaraan pengiriman di area supermarket.
Seorang saksi mata mengatakan polisi menembakkan gas air mata guna meredam aksi anarkis demonstran yang tak terkendali.
Kerusuhan juga pecah di kota Sao Paolo. Puluhan demonstran memecahkan kaca, merusak pintu, serta membakar produk-produk yang dijual supermarket. Di pusat kota Rio de Janeiro, sekitar 200 orang menggelar aksi demonstrasi di depan toko Carrefour.
Warga kulit hitam tiga kali lebih mungkin jadi korban pembunuhan
Di Brasil, tanggal 20 November diperingati sebagai Hari Kesadaran Kulit Hitam.
Orang Brasil suka menganggap negara mereka sebagai 'demokrasi rasial' yang harmonis dan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro menyangkal adanya rasisme. Tetapi pengaruh perbudakan, yang dihapuskan pada tahun 1899, masih terlihat.
Berdasarkan data pemerintah tahun 2019, orang kulit hitam Brasil tiga kali lebih mungkin menjadi korban pembunuhan.
"Budaya kebencian dan rasisme perlu diperangi pada sumbernya dan seluruh bobot hukum harus digunakan untuk menghukum mereka yang mempromosikan kebencian dan rasisme," tulis Rodrigo Maia, ketua majelis rendah Kongres Brasil, dalam sebuah tweet.
Editor: Arif Budiwinarto