Pria Rwanda Ditahan atas Pembakaran Gereja Katedral di Nantes

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 18:41 WIB
Pria Rwanda Ditahan atas Pembakaran Gereja Katedral di Nantes

Gereja katedral peninggalan abad ke-15 yang terbakar di Kota Nantes, Prancis, pekan lalu. (Foto: AFP)

NANTES, iNews.id – Pihak berwenang Prancis menahan dan mendakwa seorang sukarelawan gereja pada Minggu (26/7/2020) atas pembakaran Katedral Gotik peninggalan abad ke-15 di Kota Nantes, beberapa waktu lalu. Kepada penyelidik, pelaku mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.

Pria itu sebelumnya sempat diperiksa aparat dan kemudian dibebaskan pascakebakaran Katedral St Peter dan St Paul di Kota Nantes pada Sabtu (18/7/2020) pekan lalu. Kebakaran kala itu menghancurkan jendela-jendela kaca patri dan menghanguskan bagian dalam gereja tersebut.

Pria itu kemudian ditahan lagi akhir pekan ini untuk diinterogasi lebih lanjut. Pelaku yang diketahui bekerja sebagai relawan di katedral itu akhirnya mengaku bertanggung jawab atas kebakaran pekan lalu, kata pengacaranya, Quentin Chabert.

“Dia mengakui tuduhan terhadap dirinya seperti yang ditunjukkan jaksa penuntut, menyebabkan kehancuran dan kerusakan oleh api. Dia menyesali kejadian itu,” kata Chabert kepada radio France Info, seperti dikutip kembali AFP, Minggu (26/7/2020).

Jaksa Nantes mengatakan, relawan berkewarganegaraan Rwanda berusia 39 tahun itu—yang ditugaskan untuk mengunci katedral—mengatakan kepada penyelidik bahwa dia menyalakan tiga api. Satu dia nyalakan pada dua organ (instrumen musik) katedral, sedangkan yang satu lagi pada sebuah kotak listrik. Motif lelaki itu menyalakan api tersebut tidak diketahui.

Jaksa penuntut setempat, yang dikutip media Prancis, mengatakan bahwa setiap pelaku pembakaran dapat dihukum 10 tahun penjara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil