Profil Abdul El Sayed, Muslim Pertama Jadi Anggota Senat AS
WASHINGTON, iNews.id - Abdul El Sayed menjadi sorotan dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) 2026. Politisi Partai Demokrat itu mencetak sejarah sebagai Muslim pertama yang menjadi anggota Senat AS yakni dari Negara Bagian Michigan.
Sayed berhadapan dengan kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilu, Selasa (3/11/2026). Persaingan keduanya berlangsung sangat ketat dan menjadi salah satu pertarungan yang mendapat perhatian nasional karena turut menentukan penguasaan Senat AS.
Sayed semakin dikenal setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan pada Agustus 2026. Dia mengalahkan anggota DPR AS Haley Stevens dengan selisih sangat tipis.
Lantas, siapa sebenarnya Abdul El-Sayed? Berikut profil dan perjalanan politiknya berdasarkan laporan sejumlah media internasional.
1. Keturunan Mesir, Lahir di Michigan
Pemilik nama lengkap Abdulrahman Mohamed El Sayed ini lahir pada 31 Oktober 1984 di Rochester Hills, pinggiran Detroit, Michigan. Dia merupakan keturunan Mesir dari kedua orang tuanya yang merupakan imigran dari negara tersebut.
Bahasa utama yang digunakan El Sayed adalah Arab.
Dia tumbuh di kawasan Detroit dan mengenyam pendidikan di Michigan. Semasa sekolah menengah, Sayed aktif dalam olahraga, termasuk gulat, sepak bola, dan lacrosse.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Michigan dengan mengambil jurusan biologi dan ilmu politik.
2. Lulusan Kedokteran dan Penerima Beasiswa Rhodes
El Sayed memiliki latar belakang pendidikan akademis yang kuat di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Dia menempuh pendidikan di University of Michigan, kemudian melanjutkan studi di University of Oxford, Inggris, melalui program beasiswa Rhodes yang bergengsi.
Dia juga memperoleh gelar kedokteran atau MD dari Columbia University di New York.
Selain menjadi dokter, Sayed merupakan ahli epidemiologi yang mempelajari pola penyebaran penyakit serta faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
Pendidikan tersebut menjadi bekal bagi El Sayed untuk berkarier di bidang kesehatan masyarakat sebelum terjun ke politik.
3. Pernah Memimpin Dinas Kesehatan Detroit
Sebelum mencalonkan diri sebagai senator, Sayed memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan masyarakat. Dia pernah menjadi kepala Dinas Kesehatan Detroit dan menjabat sebagai pejabat kesehatan masyarakat di Wayne County, wilayah yang mencakup Kota Detroit.
Pada usia 32 tahun atau pada 2018, Sayed mengundurkan diri dari jabatan itu untuk mengikuti pemilihan pendahuluan gubernur Michigan.
Dia mengaku terinspirasi oleh pekerjaannya menangani persoalan kesehatan masyarakat, termasuk krisis air di Flint, Michigan.
Namun, langkah pertamanya menuju jabatan politik elektoral belum berhasil. Sayed kalah dari Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk gubernur Michigan.
4. Menang Tipis dalam Pemilihan Pendahuluan Demokrat
Perjalanan politik Sayed kembali menjadi perhatian pada 2026 ketika dia mencalonkan diri untuk kursi Senat AS dari Michigan.
Dia menghadapi Haley Stevens, anggota DPR AS yang mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan kelompok Partai Demokrat moderat. Namun, Sayed berhasil memenangkan pertarungan tersebut dengan selisih suara tipis.
Menurut laporan Le Monde, Sayed memperoleh 48,48 persen suara, sedangkan Stevens mendapatkan 47,51 persen.
Kemenangan itu menjadikannya kandidat resmi Partai Demokrat untuk pemilihan Senat Michigan pada November.
Sayed mendapat dukungan dari sejumlah tokoh progresif, termasuk Senator Bernie Sanders, Senator Elizabeth Warren, serta anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez.
5. Mengusung Medicare untuk Semua
Sayed dikenal sebagai politisi berhaluan progresif yang mengusung sejumlah kebijakan sosial dan ekonomi.
Salah satu program utamanya adalah Medicare for All, yakni sistem layanan kesehatan universal yang memungkinkan seluruh warga AS memperoleh perlindungan kesehatan.
Dia juga mengusulkan reformasi pendanaan kampanye politik untuk mengurangi pengaruh perusahaan besar dan para miliarder terhadap pengambilan keputusan politik.
Selain itu, Sayed mengkritik kebijakan imigrasi pemerintah dan mengusulkan pembubaran Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).
Dalam kampanyenya, dia berusaha mengangkat persoalan biaya hidup, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan kelas pekerja.
Meski dikenal sebagai politisi sayap kiri Partai Demokrat, Sayed menolak label sosialis demokrat. Dia menyebut dirinya sebagai seorang kapitalis yang menentang praktik monopoli.
6. Kritik Keras terhadap Israel
Salah satu sikap politik Sayed yang paling banyak mendapat perhatian adalah kritiknya terhadap kebijakan Israel dan dukungan militer AS kepada negara tersebut.
Dia secara terbuka mendukung perjuangan Palestina dan mengkritik tindakan militer Israel di Gaza.
Menurut laporan Al Monitor, Sayed pernah menuduh Israel melakukan genosida dan apartheid terhadap warga Palestina. Dia juga mengkritik bantuan militer Washington kepada Israel dan menuntut perubahan kebijakan AS di Timur Tengah.
Sikap tersebut menjadi salah satu isu kontroversial dalam kampanyenya, terutama di tengah perdebatan mengenai hubungan AS-Israel.
7. Diserang Trump dan Partai Republik karena Identitas Muslim
Identitas Sayed sebagai Muslim keturunan Mesir menjadi salah satu isu yang mewarnai persaingan pemilihan Senat Michigan.
Presiden Donald Trump dan sejumlah politisi Partai Republik melontarkan serangan terhadap Sayed. Trump bahkan menyebutnya sebagai seorang jihadis dan mempertanyakan kesetiaannya kepada AS.
Kandidat Partai Republik Mike Rogers juga berusaha mengaitkan Sayed dengan Ikhwanul Muslimin. Namun, tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang menunjukkan bahwa Sayed merupakan anggota organisasi itu.
Sayed dengan tegas membantah memiliki hubungan keanggotaan dengan Ikhwanul Muslimin.
Dalam wawancara dengan Fox News, dia mengatakan tidak pernah menjadi anggota organisasi tersebut dan tidak akan pernah bergabung.
Dia menilai serangan terhadap identitas agama dan keluarganya merupakan upaya mengalihkan perhatian pemilih dari persoalan ekonomi.
Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP) juga mengecam serangan bernuansa rasial dalam persaingan pemilihan Senat Michigan.
Sayed akan mencatat sejarah sebagai Muslim pertama yang menjadi anggota Senat AS saat menjabat mulai 1 Januari 2027.
Selama ini, sejumlah politisi Muslim berhasil menduduki kursi DPR AS. Namun, belum pernah ada Muslim yang terpilih menjadi anggota Senat.
Editor: Anton Suhartono