Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guntur Romli PDIP Dukung Demokrat Proses Hukum soal Tudingan SBY di Balik Isu Ijazah Jokowi
Advertisement . Scroll to see content

Profil Lee Jae Myung Presiden Korsel yang Baru, Jadi Buruh saat SMP Bantu Ekonomi Keluarga

Rabu, 04 Juni 2025 - 07:13:00 WIB
Profil Lee Jae Myung Presiden Korsel yang Baru, Jadi Buruh saat SMP Bantu Ekonomi Keluarga
Lee Jae Myung terpilih sebagai presiden Korsel yang baru (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Profil Lee Jae Myung, presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru terpilih, Rabu (4/6/2025), penting diketahui. Politikus dari kubu oposisi, Partai Demokrat, itu memenangkan Pilpres Korsel, Selasa (3/6/2025), mengalahkan pesaing terkuat dari kubu penguasa sebelumnya, Partai Kekuatan Rakyat, Kim Moon Soo.

Nama Lee sebenarnya tak diperhitungkan sebelumnya dalam kancah politik Korsel. Namun pemberlakuan status darurat militer oleh presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol, pada 3 Desember 2024, mengubah segalanya. Apalagi Lee sedang menghadapi kasus hukum, penyelidikan tuduhan korupsi, dan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Krisis konstitusional disebabkan ulan Yoon mengubah jalannya.

Warga Korsel lebih memberikan kepercayaan terhadap Lee dibandingkan kepada politikus dari partai berkuasa sebelumnya. Hasil final penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum Nasional Korsel pada Rabu dini hari menunjukkan, Lee memperoleh 49,42 persen suara atau meraih dukungan dari sekitar 35 juta pemilih. Sementara Kim memperoleh 41,15 persen.

Lee sebelumnya telah diproyeksikan memenangkan pilpres berdasarkan hasil polling serta exit poll setelah pemungutan suara di TPS-TPS.

Profil Lee Jae Myung

Lee lahir pada 1963 di sebuah desa pegunungan di Andong, Provinsi Gyeongbuk, Dia merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Karena kondisi keluarganya yang miskin, dia kerap bolos sekolah saat SMP untuk bekerja membantu ekonimi keluarga.

Bekerja sebagai buruh ilegal, Lee sempat mengalami kecelakaan kerja di mana jarinya tersangkut di vanbelt. Pada usia 13 tahun, dia menderita luka permanen di tangan setelah pergelangannya tergencet mesin press.

Keterbatasan kondisi fisik tersebut tak menyurutkan Lee untuk melanjutkan pendidikan. Dia mengikuti ujian masuk SMA dan universitas, lulus masing-masing pada 1978 dan 1980. Setelah itu dia mendapat beasiswa penuh untuk studi hukum hingga lulus ujian pengacara pada 1986.

Pada 1992, Lee menikah dengan Kim Hye Kyung dan dikaruniai dua orang anak.

Dia bekerja sebagai pengacara HAM selama hampir 20 tahun sebelum terjun ke politik pada 2005, bergabung dengan Partai Uri beraliran sosial-liberal, pendahulu Partai Demokratik Korea sekaligus partai yang berkuasa saat itu.

Meskipun latar belakang pendidikan dan profesinya sebagai pembela HAM dicemooh kalangan kelas atas Korsel, keberhasilan Lee dalam membangun karier politik dari bawah mendapatkan dukungan dari para pemilih kelas pekerja serta mereka yang termarginalkan.

Lee terpilih sebagai Wali Kota Seongnam pada 2010, meluncurkan serangkaian kebijakan kesejahteraan gratis selama masa jabatannya. Delapan tahun kemudian dia menjadi Gubernur Gyeonggi.

Lee juga mendapat pujian atas tanggapannya terhadap pandemi Covid-19. Saat itu dia berselisih dengan pemerintah pusat karena memiliki kebijakan bantuan universal bagi semua penduduk wilayah yang dipimpinnya.

Sosok Kontroversial

Masa lalunya yang miskin menjadi kaya dipadukan dengan gaya politik agresif menjadikan Lee sebagai tokoh yang kontroversial dan memecah belah.

"Kehidupan Lee Jae Myung penuh dengan pasang surut dan dia sering melakukan perbuatan yang menimbulkan kontroversi," kata Lee Jun Han, profesor ilmu politik dan studi internasional Universitas Nasional Incheon, seperti dikutip dari BBC.

Di antara kebijakannya itu adalah upaya reformasi progresif, seperti janji saat kampanye Pilpres Korsel 2022 untuk menerapkan skema pendapatan dasar universal. Kebijakannya itu berlawanan dengan struktur kekuasaan dan status quo di Korsel.

"Karena itu, sebagian orang sangat mendukungnya, sementara yang lain tidak memercayai bahkan tidak menyukainya," kata Lee Jun Han. 

Oleh karena itu, lanjut dia, Lee merupakan sosok yang sangat kontroversial dan tidak konvensional. Lee hanya orang luar yang namanya terkenal dengan cara yang tidak sesuai dengan norma-norma tradisi Partai Demokrat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut