Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Al-Azhar Mesir Puji Indonesia Kembangkan SDM Islam Moderat
Advertisement . Scroll to see content

Profil Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Dihujat karena Menghina Islam

Rabu, 28 Oktober 2020 - 19:24:00 WIB
Profil Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Dihujat karena Menghina Islam
Emmanuel Macron (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi perbincangan di negara muslim terkait pernyataannya yang menghina Islam karena mengaitkannya dengan teroris serta soal kartun Nabi Muhammad SAW.

Saat pidato pada awal Oktober, dia mengatakan Islam di seluruh dunia sedang mengalami krisis terkait radikalisme. Oleh karena itu, dia akan memperkuat sekalirisme di negaranya dengan mengubah undang-undang. Bukan hanya itu, dia akan memperketat pengawasan terhadap kelompok-kelompok Islam tertentu.

Selain itu, Macron menjadi buah bibir setelah mengatakan negaranya tak akan menyerah dengan kartun terkait pembunuhan guru sejarah Samuel Paty. Ini mengindikasikan Macron memberikan lampu hijau terhadap penerbitan kartun serupa, memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Pria kelahiran Amiens, 21 Desember 1977 itu dilantik menjadi presiden Prancis sejak 14 Mei 2017 setelah mengalahkan Marine le Pen.

Macron sebenarnya bukan sosok politikus tulen, latar belakangnya merupakan ekonom.

Jejak pendidikannya dimulai dari Sekolah Administrasi Nasional yang mencetak pegawai negeri sipil Prancis. Dia menjadi lulusan terbaik sekolah elite itu pada 2004, mengalahkan tiga presiden Prancis lainnya.

Tiga tahun setelah lulus, Macron menikahi Brigitte Trogneux yang lebih tua 24 tahun darinya.

Setahun setelahnya dia bekerja sebagai inspektur keuangan di Kementerian Ekonomi sebelum bergabung dengan BRothschild & Cie sebagai bankir investasi.

Dia menekuni karier politik dengan menjadi anggota Partai Sosialis selama 3 tahun, sebelum menjadi politisi independen pada 2009.

Peran pertamanya sebagai pejabat senior pemerintahan adalah saat berusia 39 tahun, yakni staf pribadi sekaligus pensihat senior Presiden Francois Hollande. Dari situ karier pemerintahannya semakin moncer.

Dia lalu diangkat menjadi menteri ekonomi, industri, serta teknologi baru di bawah pemerintahan Manuel Valls.

Pada April 2016, dia mendirikan sebuah gerakan yang disusul 4 bulan kemudian dengan mengumumkan pengunduran diri dari pemerintahan.

Lalu pada 16 November 2016, Macron mengumumkan pencalonan sebagai presiden Prancis.

Gaya politiknya yang tenang, berpenampilan muda, namun terkadang meledak-ledak menjadi kekuatannya dalam kampanye pemilu, sehingga mengalahkan pesaing Francois Fillon. Modal kuat baginya untuk melaju ke putaran kedua melawan Le Pen.

Pada 7 Mei 2017, hasil pemilu menunjukkan dia menang atas Le Pen dan berhak melenggang ke Istana Elysee. Di usia 39 tahun saat itu, Macron menjadi presiden Prancis termuda sepanjang sejarah negara itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut