Profil Sara Duterte Carpio, Putri Presiden Filipina yang Pernah Ninju Staf di Pengadilan
JAKARTA, iNews.id - Profil Sara Duterte Carpio yang terpilih menjadi wakil presiden Filipina mendampingi Ferdinand Marcos Jr ini bisa jadi belum diketahui banyak orang. Sara merupakan putri Presiden Filipina petahana, Rodrigo Duterte.
Kedua nama ini memang banyak menarik perhatian. Diketahui, Ferdinand atau Bongbong Marcos merupakan putra diktator sekaligus mantan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Sr. Sementara, Sara merupakan putri Presiden Filipina petahana, Rodrigo Duterte.
Di antara keduanya, profil Sara yang paling banyak menyita perhatian. Perempuan bernama lengkap Sara Zimmerman Duterte ini lahir di Kota Davao, Filipina, 31 Mei 1978.
Melansir informasi yang dimuat oleh Reuters, Sara dididik untuk menjadi seorang pengacara sejak belia oleh ayahnya. Dengan begitu, dirinya bisa mudah terjun ke dunia politik dan mengikuti jejak Rodrigo.
Dikenal dari Dinasti Diktaktor dan Korup, Marcos Jr Tetap Menangkan Pilpres Filipina
Sara menempuh pendidikan hukum di Universitas San Sebastian. Setelahnya, Sara aktif menjadi pengacara, terutama di kantor pengacara milik keluarganya, Carpio and Duterte Lawyer.
Di tahun 2007, dia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Davao, sementara Rodrigo menjabat sebagai Wali Kota Davao. Selang tiga tahun kemudian, Sara menggantikan ayahnya sebagai wali kota dan menjadi pemimpin perempuan pertama bagi Kota Davao.
Menang Pilwalpres, Sara Putri Duterte Dampingi Ferdinand Marcos Jr Pimpin Filipina
Selama menjabat, Sara banyak membuat program yang terbilang nyentrik. Salah satunya Magnegosyo Ta ‘Day, yakni sebuah program yang bisa digunakan komunitas LGBT untuk mencari pekerjaan.
Dalam laman resmi Pemerintah Kota Davao disebutkan pula bahwa Sara mendirikan kantor Pembangunan Perdamaian Davao yang akan menjadi basis proyek PEACE 911. Proyek ini dimaksudkan untuk menciptakan perdamaian lokal, utamanya di Distrik Paqulbato.
Sebagai orang nomor satu di Davao, Sara dianggap berhasil membawa kota itu menjadi yang paling maju dan kaya ke-8 di Filipina.
Namun, citranya pernah sedikit tercoreng di 2011. Saat itu, dia meninju staf di pengadilan karena menghancurkan rumah-rumah dan properti yang menjadi sengketa di Distrik Agdao. Sara mendapat teguran dari Ombudsman dan sempat menerima sanksi administratif.
Pada 2021, Sara mantap maju dalam pemilu Filipina sebagai wakil presiden dan berhasil terpilih. Diketahui, dirinya bergabung dengan Partai Lakas-CMD yang terhitung baru. Partai itu dipimpin oleh mantan Presiden Filipina, Gloria Arroyo.
Editor: Umaya Khusniah