Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ingin Rebut Greenland, Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark
Advertisement . Scroll to see content

Properti Dirusak Beruang dan Serigala, Peternak Eropa Dapat Ganti Rugi

Rabu, 14 November 2018 - 08:38:00 WIB
Properti Dirusak Beruang dan Serigala, Peternak Eropa Dapat Ganti Rugi
Populasi serigala kembali meningkat di Jerman dan Prancis dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Uni Eropa memberlakukan peraturan baru yang menyatakan akan memberi kompensasi penuh pada petani jika properti mereka dirusak hewan liar yang dilindungi, termasuk beruang, serigala, dan lynx.

Pengeluaran lain termasuk pemasangan pagar listrik atau pembelian anjing penjaga untuk melindungi properti juga akan diganti 100 persen.

Dilaporkan BBC, Uni Eropa menyatakan peraturan baru itu diterapkan guna melindungi para predator besar di lingkungan di mana mereka kerap berkonflik dengan manusia.

Peraturan baru itu juga diharapkan bisa mengurangi pembunuhan tanpa alasan terhadap hewan-hewan tersebut.

Dalam beberapa dekade terakhir, angka populasi karnivora besar di Eropa terus mengalami penurunan akibat konflik dengan manusia. Namun beberapa tahun belakangan jumlah mereka mulai stabil, terutama karena adanya upaya konservasi yang masif.

Kini terdapat sekitar 17.000 beruang coklat di Eropa, yang tersebar di 22 negara. Kendati populasi mereka terancam, beruang coklat berkembang biak dengan baik di wilayah Cantabria di utara Spanyol, di mana jumlah mereka bertambah dua kali lipat dalam 10 tahun.

Inisiatif ini dilakukan pemerintah untuk mendorong peningkatan populasi beruang di alam liar. (Foto: Getty Images)

Di sisi lain, suksesnya upaya konservasi berdampak pada peningkatan konflik dengan manusia.

Jumlah serigala yang bertambah di Jerman membuat hewan tersebut berkeliaran ke negara tetangga, termasuk Belanda, yang melaporkan terjadinya peningkatan serangan terhadap domba-domba di peternakan.

Meskipun serigala termasuk hewan yang dilindungi, serangan terhadap hewan ternak membuat petani tidak sungkan mengangkat senapan dan menembak hewan buas tersebut, saat ternak mereka diserang.

Di Prancis, peningkatan jumlah serigala mengakibatkan sekitar 10.000 domba terbunuh sepanjang 2016 dan pemerintah harus membayar kompensasi sebesar 3.2 juta euro.

Kini, dengan adanya peraturan baru, Uni Eropa berharap petani tidak lagi perlu membunuh para hewan tersebut.

Dalam peraturan baru itu, anggota Uni Eropa akan dibari jaminan untuk bisa membayar penuh biaya kerusakan yang disebabkan hewan buas, terutama serigala dan beruang. Petani juga akan diberi kompensasi untuk memasang pagar listrik dan membeli anjing penjaga.

Pengeluaran tidak langsung, seperti biaya perawatan ke dokter hewan untuk ternak yang terluka, serta ongkos pencarian ternak yang hilang, juga akan diganti.

Peternak domba di Prancis berunjuk rasa atas peningkatan jumlah serigala yang kini kerap menyerang ternak mereka. (Foto: AFP)

Pembela hak hewan pun menyambut baik peraturan baru ini.

"Peraturan ini menghilangkan alasan pembunuhan hewan sebagai tindakan pencegahan," ujar Jo Swabe, dari Humane Society International.

"Kami harap ini bisa membuat perbedaan di lapangan."

Di sisi lain, Pemerintah Jerman dan Prancis mendapat banyak tekanan dari masyarakat yang menuntut perizinan pembunuhan serigala untuk melindungi ternak. Sebagian khawatir serigala bisa menyerang manusia.

"Pada dasarnya ada saja politisi menjengkelkan yang mengatakan kita perlu memiliki opsi (pembunuhan) ini karena bisa jadi ada anak yang diserang (serigala)," kata Swabe.

"Tapi, jika Anda melihat tingkah laku serigala, tidak mungkin mereka akan menyerang anak kecil. Mereka lebih takut pada manusia, dibanding manusia takut pada mereka."

Meskipun Uni Eropa menetapkan peraturan kompensasi bagi peternak untuk mengurangi tindakan pembunuhan pada hewan, pemerintah tidak serta-merta membayar jika terjadi kerusakan yang disebabkan oleh hewan buas.

Pakar menyebut, di Rumania, contohnya, biaya penggantian kerusakan akibat hewan liar masih ditunda.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut