Puluhan Mumi Kucing Berusia 6.000 Tahun Ditemukan di Mesir
KAIRO, iNews.id - Kalangan Mesir kuno tak hanya mengawetkan jenazah manusia, tapi juga hewan. Baru-baru ini arkeolog menemukan kucing yang dimumi di situs dekat Kairo. Ini mengindikasikan masyarakat Mesir kuno gemar memelihara kucing.
Kementerian purbakala Mesir pada Sabtu (10/11/2018) menyatakan, ada puluhan mumi kucing yang ditemukan bersama sekitar 100 patung terbuat dari kayu dan satu dari perunggu.
Artefak-artefak yang ditemukan di pemakaman situs dewi kucing kota kuno Memphis tersebut diperikirakan berusia 6.000 tahun.
Menurut kementerian, temuan ini bisa menjadi daya tarik baru bagi turis, setelah jumlah wisatawan asing ke Mesir merosot tajam pasca-Arab Springs.
"Menunjukkan kekayaan luar biasa dari peradaban Mesir dan untuk menarik perhatian dunia ke monumen dan peradaban besar yang luar biasa ini," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari The Washington Post, Senin (12/11/2018).
Arkeolog yang juga profesor di American University di Kairo, Salima Ikram, mengatakan, masyarakat Mesir kuno biasanya dimakamkan bersama hewan dan patung hewan. Mereka yakin hewan peliharaan bisa diajak bersama-sama ke akhirat.
Selain itu, ada pula keyakinan bahwa hewan tersebut bisa dijadikan sebagai makanan atau persembahan kepada dewa di akhirat.
"Untuk menyediakan makanan di akhirat, untuk bertindak sebagai persembahan kepada dewa tertentu, serta beberapa kasus dilihat sebagai manifestasi fisik dari dewa tertentu yang disembah oleh orang Mesir," ujarnya, menjelaskan.
Antonietta Catanzariti, seorang kurator di Smithsonian, mengatakan, para ilmuwan menemukan ratusan ribu mumi kucing selama bertahun-tahun.
Bangsa Mesir kuno, jelas Catanzariti, tertarik dengan kemampuan kucing dalam berburu serta melindungi anak-anak mereka. Masyarakat Mesir kuno melihat sifat-sifat itu sebagai tanda-tanda keilahian.
Selain kucing, ada pula patung bersepuh emas yang menggambarkan seekor singa, sapi, elang. Ada juga ular terbuat dari kayu serta buaya.
Editor: Anton Suhartono