Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Militer Israel Hancurkan Markas Besar Badan PBB UNRWA di Yerusalem
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Ribu Warga Israel Unjuk Rasa terkait Korupsi PM Netanyahu

Minggu, 03 Desember 2017 - 16:15:00 WIB
Puluhan Ribu Warga Israel Unjuk Rasa terkait Korupsi PM Netanyahu
Aksi unjuk rasa terbesar di Israel terkait korupsi yang menyeret nama Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

YERUSALEM, iNews.id – Puluhan ribu warga Israel, Sabtu 2 November 2017 malam, berunjuk rasa mengkritik praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan para pejabat pemerintah, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ini merupakan aksi unjuk rasa pekanan terbesar yang digelar terkait dugaan korupsi yang menyeret nama Netanyahu. Demikian dikutip dari Reuters, Minggu (3/12/2017).

Perdana menteri yang sudah menjabat selama empat periode itu diduga terlibat dalam dua kasus, yakni menerima hadiah dari pengusaha kaya dan terlibat dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan tertentu dalam pemberitaan.

Aksi unjuk rasa ini juga untuk memprotes rencana parlemen yang akan meratifikasi aturan di mana kepolisian dilarang mengungkap hasil penyelidikan terhadap Netanyahu.

Rancangan undang-undang (RUU) tersebut dianggap sebagai upaya terang-terangan untuk melindungi Netanyahu serta membuat publik buta terkait perkembangan penyelidikannya. Sebaliknya, kalangan yang mendukung menyatakan rancangan undang-undang ini untuk melindungi hak-hak para tersangka.

Sementara itu Netanyahu menegaskan dia tidak punya kepentingan dengan RUU tersebut. Dia juga merasa menjadi korban para penyihir politik. Berupaya menenangkan suasana, komentarnya pun ringan menganggapi kasus ini. "Tidak akan terjadi apa-apa karena memang tidak ada apa-apa," kata Netanyahu.

Jika statusnya menjadi tersangka, tekanan untuk meminta mundur akan semakin kuat. Tapi dia juga bisa ikut dalam pemilihan selanjutnya untuk mengetahui apakah dukungan terhadapnya masih tinggi atau tidak.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut