Putin Kaget Rusia Dituduh Dalangi Demonstrasi Rusuh di Banyak Negara Eropa
MOSKOW, iNews.id - Presiden RusiaVladimir Putin menepis tuduhan bahwa Moskow berada di balik serangkaian demonstrasi rusuh di banyak negara Eropa sepekan terakhir. Demonstrasi pelajar, mahasiswa, buruh, serta elemen masyarakat lainnya pecah di Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, Albania, serta negara lain, memprotes tingginya biaya hidup serta masalah pendidikan.
Putin menyebut tuduhan tersebut sangat berlebihan seraya menuding para pemimpin Eropa berupaya mengalihkan tanggung jawab atas gejolak di dalam negeri mereka.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Rusia, VGTRK, Putin mengaku terkejut karena para pejabat Eropa awalnya menyalahkan Amerika Serikat (AS), bukan Rusia, atas gelombang demonstrasi tersebut.
"Tiba-tiba muncul klaim bahwa peristiwa yang terjadi di Eropa merupakan akibat dari tindakan pemerintahan Amerika saat ini serta dukungannya terhadap partai dan gerakan sayap kanan," ujar Putin.
Dia menyebut tuduhan awal terhadap AS itu sebagai sesuatu yang aneh dan sama sekali tidak terduga. Putin tidak menyangka para pemimpin Eropa menyerang sekutu militer utama mereka.
"Namun, mereka segera sadar dan kembali melontarkan tuduhan-tuduhan lama terhadap Federasi Rusia," katanya.
Putin menjaskan tuduhan yang menyebut Rusia mendalangi demonstrasi massal di kota-kota Eropa dilebih-lebihkan dan tidak berdasar.
"Reaksi pertama saya saat melihat hal ini adalah terkejut, karena menuduh kami memicu unjuk rasa massal di kota-kota besar Eropa adalah sesuatu yang sangat berlebihan," tuturnya.
Dia lalu menuding para pemimpin Eropa enggan menelaah akar penyebab ketidakpuasan publik, sehingga mencari pihak luar untuk disalahkan.
Menurut Putin, tuduhan tersebut mencerminkan kelemahan dan ketidakmampuan sejumlah pemimpin negara Eropa untuk bertanggung jawab atas situasi di negara mereka.
"Ini buruk. Mengapa? Karena itu berarti mereka tidak menganalisis peristiwa yang ada, tidak mencari tahu penyebab di baliknya, melainkan hanya melimpahkan kesalahan kepada pihak lain, awalnya AS, sekarang Rusia," tutur Putin.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi dipimpin oleh pelajar dan mahasiswa di Prancis, serta gejolak yang terjadi di beberapa negara Eropa lainnya.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam konferensi yang diselenggarakan oleh OECD pada 21 Oktober, menuding para pengunjuk rasa mengadopsi "narasi bermusuhan" yang bersumber dari Rusia, China, Iran, serta gerakan Make America Greet Again (MAGA) di Amerika Serikat.
Istana Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan keterlibatan Rusia dalam demonstrasi-demonstrasi tersebut. Juru Bcara Kremlin Dmitry Peskov menepis tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal seraya menegaskan Rusia tidak menganggap tuduhan itu sebagi hal serius.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyalahkan imigran dan kebijakan imigrasi negara-negara Eropa di balik kerusuhan tersebut. Trump menyebut Eropa terlalu lembek terkait kebijakan imigrasi dan sudah waktunya memperketat orang asing yang masuk.
Editor: Anton Suhartono