Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel
Advertisement . Scroll to see content

Putin Sebut Ada Upaya Singkirkan Trump dari Pilpres AS, Sindir Biden Politikus Kuno

Kamis, 06 Juni 2024 - 10:40:00 WIB
Putin Sebut Ada Upaya Singkirkan Trump dari Pilpres AS, Sindir Biden Politikus Kuno
Vladimir Putin menyebut ada upaya untuk menyingkirkan Donald Trump dalam Pilpres AS 2024 (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ST PETESBURG, iNews.id - Vladimir Putin kembali menyinggung soal mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinyatakan bersalah oleh juri pengadilan New York pekan lalu. Trump dituduh dengan 34 dakwaan pemalsuan dokumen terkait suap terhadap seorang perempuan sebelum Pilpres AS 2016.

Menurut Putin, kasus Trump menunjukkan bahwa sistem peradilan AS telah dimanfaatkan untuk menyingkirkan kandidat tersebut dalam pilpres yang akan berlangsung pada 5 November mendatang.

Dia menilai sistem peradilan AS telah dimanfaatkan oleh lawan politik untuk merusak peluang Trump dalam pilpres, strategi yang menurut Putin tidak akan berhasil.

“Mereka membakar diri sendiri dari dalam, negara mereka, sistem politik mereka. Jelas di seluruh dunia bahwa penuntutan terhadap Trump, terutama di pengadilan atas tuduhan yang dibentuk berdasarkan peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu, tanpa bukti langsung, hanyalah menggunakan sistem peradilan untuk membela kepentingan politik internal,” kata Putin, saat berbicara dengan editor media asing di Kota St Petersburg, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/6/2024).

Dia kemudian menuduh pemerintahan Presiden Joe Biden melakukan kesalahan demi kesalahan, membakar sistem politik serta kepemimpinan global AS.

Putin juga menegaskan siapa pun yang terpilih menjadi presiden AS berikutnya, tak akan berpengaruh terhadap Rusia. Negaranya siap bekerja sama dengan siapa pun presiden nanti jika mau.

“Pada dasarnya, kami tidak peduli (siapa yang menang pilpres AS). Bagi kami, hasil akhir tidak terlalu penting. Kami akan bekerja sama dengan siapa pun presiden yang dipilih rakyat Amerika,” tuturnya.

Putin juga menyebut Biden sebagai politikus kuno yang mudah ditebak arah kebijakannya seraya menegaskan Rusia tidak akan mencampuri politik dalam negeri AS.

Lebih lanjut dia menegaskan pemerintahannya tak memiliki hubungan khusus dengan Trump. Pernyataannya yang seolah membela Trump dalam kasus di pengadilan tersebut tak terkait dengan masa lalu kedua pemimpin. Bahkan Putin menyebut kepemimpinan Trump di AS sebelumnya telah merusak hubungan dengan Rusia. Oleh karena itu, Putin menilai sulit untuk memastikan apakah akan ada sesuatu yang berbeda jika Trump memenangkan Pilpres AS 2024.

“Kami tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan Trump, namun faktanya tetap bahwa sebagai presiden dia mulai menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, dia menarik diri dari perjanjian rudal jarak menengah dan pendek,” kata Putin.

Hanya saja Putin menegaskan, apa pun yang dilakukan presiden AS yang terpilih nanti, semua ditujukan untuk kepentingan nasional meski terlihat seperti pahlawan di luar.

“Tak seorang pun di Amerika tertarik pada Ukraina, mereka tertarik pada kehebatan Amerika, berjuang bukan untuk Ukraina dan rakyat Ukraina, tapi untuk kehebatannya sendiri,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut