Putra Mahkota Saudi Dilaporkan Sembunyikan Ibunya dari Raja Salman
WASHINGTON, iNews.id - Putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman disebut-sebut menyembunyikan keberadaan ibunya dari ayahnya, Raja Salman. Hal ini dia lakukan untuk melindungi langkah dia menuju takhta pewaris kerajaan Saudi.
Diberitakan NBC, Jumat (16/3/2018), Mohammed memberikan beberapa alasan berbeda kepada Raja Salman terkait ketidakhadiran ibunya. Di antara penjelasan yang dia buat, ketidakhadiran ibunya, Putri Fahda binti Falah Al Hathleen, karena menjalani perawatan medis di luar negeri.
Hal ini diungkapkan beberapa pejabat dan mantan pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya, kepada NBC.
Selama bertahun-tahun, pejabat AS percaya bahwa pewaris takhta kerajaan Saudi berusia 32 tahun itu menyembunyikan lokasi keberadaan ibunya.
Pejabat tersebut mengatakan, alasan Mohammed menyembunyikan ibunya karena Putri Fahda tidak suka anaknya itu menjadi raja. Putri Fahda juga akan menggunakan kekuatan dan pengaruhnya sebagai istri ketiga Raja Salman untuk mencegahnya menjadi raja.
Salah satu sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan mengatakan kepada NBC, Mohammed juga khawatir ibunya memengaruhi saudara-saudaranya.
Hal inilah yang diduga menjadi penyebab keretakan hubungan pangeran dengan ibunya sejak beberapa tahun yang lalu.
Namun sedikit informasi yang beredar di publik mengenai hubungan putra mahkota dengan ibunya.
Padahal, menurut laporan sumber diplomat Barat sebagaimana diberitakan New York Times pada 2015, awalnya ibunya mendukung bahkan bekerja keras mempromosikan Mohammed menjadi pewaris takhta kerajaan.
"Dia adalah anak tertuanya. Baginya, Mohammed adalah kemuliaannya di hari terakhir," kata pejabat tersebut.
Pejabat lain menyebutkan, Putri Fahda sudah disembunyikan sejak pemerintahan AS dipegang Barack Obama.
Pada sebuah pertemuan di Gedung Putih, September 2015, Raja Salman memperkuat informasi yang disampaikan Mohammed mengenai ibunya yang sakit. Dia mengatakan kepada Obama bahwa istrinya berada di New York untuk menjalani perawatan medis. Meski mengetahui bahwa informasi itu tidak benar, Obama memilih diam, tidak memberitahu kepada Raja Salman bahwa sebenarnya istrinya tidak berada di New York.
Pejabat itu juga mengatakan, pada awal 2016, AS mendapat informasi yang membahas usaha Mohammed untuk memisahkan ibunya dari Raja Salman.
Putri Fahda bukanlah satu-satunya anggota keluarga kerajaan Saudi yang pergerakannya dibatasi, sejak pangeran Mohammed menjadi putra mahkota pada Juni 2017. Dia mencabut kedudukan sepupunya, putra mahkota selanjutnya, Mohammed bin Nayef, yang tinggal di Istana Jeddah.
Peristiwa lain, pada November 2017, melalui kampanye antikorupsi, Mohammed menangkapi para pangeran serta menahan mereka di Hotel Ritz-Carlton Riyadh. Ada puluhan pangeran yang ditangkap selama operasi antikorupsi yang berlangsung sekitar 3 bulan. Namun sebagian besar sudah dibebaskan.
Namun, Kedutaan Besar Arab Saudi di AS membantah laporan NBC bahwa Putri Fahda berpisah dari Raja Salman atau menjadi tahanan rumah.
Editor: Nathania Riris Michico