Putri Mahathir Kecam Istri Anwar Ibrahim yang Sebut LGBT Haram
KUALA LUMPUR, iNews.id - Aktivis sosial Malaysia, Marina Mahathir, mengecam pernyataan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail mengenai komunitas lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT).
Putri sulung Perdana Menteri Mahathir Mohamad itu mengkritik pernyataan istri Anwar Ibrahim yang menyebut pendukung komunitas LGBT haram. Marina Mahathir menilai Wan Azizah tidak memiliki belas kasih ketika menyebut LGBT haram.
Dalam wawancara dengan stasiun radio lokal, BFM, Wan Azizah mengatakan dirinya tidak akan membenarkan gaya hidup komunitas LGBT, seraya menyebutnya sebagai haram.
"Kepada @drwanazizah, apakah Anda baru saja menyebut banyak orang termasuk saya, yang menunjukkan sedikit welas asih terhadap orang-orang yang terpinggirkan di masyarakat kita, haram??" cuit Marina lewat akun Twitter-nya, seperti dilansir The Star, Minggu (2/9/2018).
Setelah Kapal Senilai Rp3,6 T, Mahathir Bidik Jet Pribadi Skandal 1MDB
Marina juga mem-posting tautan Twitter ke artikel Nikkei Asian Review yang memuat pernyataan Anwar Ibrahim, suami Wan Azizah.
"Masyarakat Malaysia harus hidup dengan keyakinan dan cara hidup yang berbeda dan harus menghormati orang-orang yang berbeda, termasuk gay, biseksual dan mereka yang mengidentifikasi sebagai transgender," demikian pernyataan Anwar dalam artikel tersebut.
Mahathir Mohamad: Saya Bekerja 24 Jam Sehari
"Bagaimana sekarang @drwanazizah?" sindir Marina dalam cuitannya.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan radio BFM, Wan Azizah mengatakan sebagai seorang beragama Islam, dirinya tidak mendukung komunitas LGBT.
Curhatan Mahathir Mohamad Proyek Mobil Nasionalnya Ditolak Rakyat
"Perkara yang paling penting bagi kita sebagai seorang Islam, dia (LGBT) adalah haram. Saya tidak boleh membenarkannya. Saya tidak mengatakan itu benar," ujarnya, seperti dikutip The Malaysian Insight.
Editor: Nathania Riris Michico