Qatar Kecam Serangan Rudal Iran, Tegaskan Hak Membalas
DOHA, iNews.id - Qatar mengecam keras penargetan wilayahnya menggunakan rudal balistik Iran. Doha menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional serta ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
"Serangan Iran merupakan pelanggaran langsung terhadap kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayah Qatar. Tindakan tersebut merupakan eskalasi yang tidak dapat diterima dan mengancam keamanan serta stabilitas kawasan," kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataan resmi, Sabtu (28/2/2026).
Pemerintah Qatar menegaskan pihaknya berhak sepenuhnya merespons serangan tersebut sesuai ketentuan hukum internasional. Respons akan dilakukan secara proporsional terhadap tingkat agresi, guna membela kedaulatan serta melindungi keamanan dan kepentingan nasional.
Meski demikian, Qatar menekankan selama ini pihaknya termasuk negara yang konsisten mendorong dialog dengan Iran. Penyelesaian perbedaan melalui jalur damai merupakan pendekatan terbaik untuk menghindari risiko eskalasi lebih luas di kawasan.
Israel Hancurkan Sekolah Perempuan di Iran, Korban Tewas Meningkat Jadi 85 Orang
"Penargetan wilayah Qatar bertentangan dengan prinsip bertetangga baik dan tidak dapat diterima dengan dalih atau pembenaran apa pun," tulis pernyataan tersebut.
Pemerintah Qatar juga menegaskan, pihaknya selama ini berupaya menjauh dari konflik regional serta memfasilitasi dialog antara Iran dan komunitas internasional. Namun, penargetan ulang terhadap wilayahnya dinilai tidak mencerminkan iktikad baik dan mengancam fondasi kesepahaman yang menjadi dasar hubungan bilateral kedua negara.
Dalam pernyataan yang sama, Qatar turut mengecam pelanggaran kedaulatan terhadap Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Bahrain dalam agresi Iran. Doha menyatakan solidaritas penuh kepada negara-negara tersebut atas langkah-langkah yang mereka ambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas masing-masing.
Pemimpin Iran Khamenei dan Presiden Pezeshkian Dipastikan Selamat dari Serangan AS-Israel
Menutup pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Qatar menyerukan penghentian segera seluruh tindakan eskalatif, kembali ke meja perundingan, serta memprioritaskan akal sehat dan kebijaksanaan.
"Prioritaskan upaya untuk mengatasi krisis dengan cara yang menjaga keamanan kawasan, melindungi kepentingan rakyat, dan mencegah meluasnya konfrontasi," tulis kementerian tersebut.
Iran Serang Pangkalan AS, Ledakan Guncang Bahrain Qatar UEA hingga Kuwait
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya tak hanya melancarkan serangan pembalasan ke Israel, tapi juga pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Awalnya ledakan terdengar di Bahrain. Pemerintah Bahrain mengonfirmasi markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan peringatan darurat dan mendesak warga untuk menuju lokasi aman terdekat.
Qatar juga mengeluarkan peringatan kepada warga melalui ponsel, merekomendasikan semua orang tidak keluar rumah atau tetap berada di tempat terlindung, baik di rumah maupun tempat lain, serta menjauh dari pangkalan militer. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan satu rudal Iran dicegat menggunakan sistem pertahanan Patriot.
Ledakan keras juga dilaporkan terjadi di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Selain itu seragan juga terjadi di di Kuwait. Sirene peringatan serangan udara diaktifkan di penjuru negara itu.
Editor: Maria Christina