Ratusan Orang di Kanada Protes Rencana Ekstradisi Warga Hong Kong ke China
VANCOUVER, iNews.id - Ratusan orang melakukan aksi protes di luar konsulat China di Vancouver, Kanada, Minggu (9/6/2019). Mereka menentang RUU kontroversial yang memungkinkan ekstradisi warga dari Hong Kong ke daratan China.
"Amandemen ini akan memengaruhi jutaan orang, bukan hanya orang-orang Hong Kong -orang-orang di seluruh dunia," kata Mabel Tung, penyelenggara protes dan ketua Masyarakat Vancouver dalam Mendukung Gerakan Demokrasi, kepada AFP, Senin (10//2019).
Tung, yang berimigrasi ke Kanada dari Hong Kong 40 tahun lalu dan mengadvokasi untuk menentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, khawatir bahwa aktivis seperti dia akan menghadapi risiko ekstradisi ketika transit melalui Hong Kong jika RUU itu disahkan.
Para demonstran membawa papan-papan menentang undang-undang ekstradisi serta payung kuning sebagai simbol serangkaian protes pro-demokrasi 2014 di Hong Kong yang dikenal sebagai "Gerakan Payung."
Beberapa pengunjuk rasa juga memegang tanda-tanda dan papan-papan yang menyerukan pembebasan dua orang Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor, yang ditahan di China setelah penangkapan pada Desember.
Ribuan imigran dari Hong Kong menetap di wilayah Vancouver pada 1980-an dan 1990-an karena ketidakpastian terkait dengan penyerahan pemerintahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997.
"Kami tidak ingin Hong Kong menjadi kota lain di China, bahwa orang tidak memiliki kebebasan sama sekali," kata Jeremy Cheng, seorang pengunjuk rasa dan imigran yang pergi ke Kanada dan meninggalkan Hong Kong pada 1997.
Jackie Law, seorang siswa pekerja sosial dari Hong Kong yang berada di Vancouver untuk magang, mengatakan solidaritas para demonstran di Vancouver "sangat menyentuh."
"Meskipun mereka sekarang tinggal di Vancouver dengan kehidupan yang stabil, mereka menyuarakan hal ini untuk orang-orang Hong Kong, yang sangat bagus bagi saya," katanya.
Editor: Nathania Riris Michico