Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Dipulangkan ke Myanmar dalam 2 Tahun
DHAKA, iNews.id – Pemerintah Myanmar dan Bangladesh menyepakati pemulangan pengungsi Muslim Rohingya dalam dua tahun. Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 650.000 pengungsi Rohingya eksodus ke Bangladesh.
Jumlah tersebut belum termasuk puluhan ribu lainnya yang lebih dulu mengungsi ke Bangladesh akibat kekerasan militer pada tahun sebelumnya.
"(Pemulangan) pengungsi diselesaikan lebih baik dalam waktu 2 (dua) tahun sejak dimulai," demikian pernyataan Pemerintah Bangladesh, dikutip dari AFP, Selasa (16/1/2018).
Sebelumnya kedua negara menyepakati pemulangan tahap pertama pengungsi dilakukan pada 23 Januari 2018. Saat ini Pemerintah Myanmar masih merampungkan pembangunan permukiman yakni 100 unit gedung yang akan menjadi tempat tinggal warga Rohingya.
Pemerintah Myanmar dilaporkan menyiapkan lahan seluas 9,7 hektare di daerah Hla Po Khaung, Rakhine, dengan kapasitas daya tampung 30.000 orang. Pemerintah akan membangun 625 gedung untuk tempat tinggal warga dalam beberapa tahun. Namun untuk tahap awal disiapkan 100 unit yang akan rampung pada akhir bulan ini.
Kedua negara menyepakati kesepakatan pemulangan para pengungsi dalam pertemuan yang digelar pada November tahun lalu. Kesepakatan dicapai setelah Myanmar mendapat tekanan dari komunitas internasional, termasuk PBB dan Amerika Serikat terkait tuduhan pembersihan etnis Rohingya.
Organisasi kemanusian Dokter Lintas Batas mengungkap sebanyak 6.700 warga Rohingya tewas dibunuh di sepanjang bulan pertama sejak kekerasan militer pecah.
Editor: Anton Suhartono