Ratusan Ribu Siswa Ujian Masuk Perguruan Tinggi, Korea Selatan Senyap
SEOUL, iNews.id - Ratusan ribu siswa di Korea Selatan (Korsel) menghadapi ujian masuk universitas nasional. Pihak berwenang pun mengambil langkah-langkah luar biasa untuk meminimalisir gangguan.
Tes masuk perguruan tinggi merupakan puncak dari sistem sekolah di Korsel yang sangat kompetitif. Tes tersebut memainkan peran besar dalam menentukan menentukan masa depan siswa, memegang kunci menuju universitas ternama, status sosial tinggi, pekerjaan yang baik, dan bahkan prospek pernikahan.
Menurut kementerian pendidikan, tahun ini, hampir 595.000 siswa ikut serta dalam ujian tersebut, yang berlangsung selama lebih dari sembilan jam.
Presiden Korea Selatan Moon Jae In, yang berada di Singapura untuk pertemuan KTT Asean-Korea, memposting pesan untuk para siswa di halaman Facebook-nya.
Dia mengatakan, upaya keras yang dilakukan para siswa selama bertahun-tahun belajar mulai membuahkan hasil.
"Percayalah pada (upaya keras) itu dan Anda akan dapat menunjukkan kompetensi Anda dengan maksimal," kata Moon, seperti dilaporkan AFP, Kamis (14/11/2018).
Demi menjaga keamanan selama ujian, langkah-langkah luar biasa pun diambil secara nasional untuk menghalau apa pun yang dapat mengganggu para peserta tes.
Kantor publik, bisnis besar, dan pasar saham dibuka satu jam lebih lambat dari biasanya untuk membantu memudahkan lalu lintas dan memastikan siswa tiba tepat waktu untuk ujian, yang dimulai secara nasional pada pukul 08.40 (2340 GMT) waktu setempat.
Setiap siswa yang terjebak macet akan diantar menggunakan mobil polisi dan sepeda motor untuk membawa mereka ke lokasi ujian.
Semua pesawat yang lepas landas dan pendaratan di bandara Korsel ditangguhkan selama 25 menit bertepatan dengan tes mendengar untuk bahasa Inggris, dan semua pesawat udara harus mempertahankan ketinggian lebih dari 3.000 meter (10.000 kaki).
Kementerian Transportasi menyatakan, 134 penerbangan harus dijadwal ulang karena ujian.
Barang-barang elektronik dilarang keras untuk dibawa dan siswa tidak boleh meninggalkan sekolah sampai ujian berakhir untuk mengurangi kecurangan.
Namun kementerian pendidikan menyebut, siswa diizinkan mengenakan masker selama ujian tahun ini. Sebab, tingkat polusi debu meningkat di negara itu.
Hasil ujian 'menakutkan' ini akan diumumkan pada 5 Desember.
Editor: Nathania Riris Michico