Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Undang Jokowi hingga SBY ke Istana, Dasco: Ingin Dengar Masukan terkait Kondisi Geopolitik
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Warga Mesir Berdemonstrasi di Berbagai Kota Desak Presiden Sisi Mundur

Sabtu, 21 September 2019 - 15:23:00 WIB
Ratusan Warga Mesir Berdemonstrasi di Berbagai Kota Desak Presiden Sisi Mundur
Puluhan orang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir, Kairo, mendesak Presiden Sisi mundur (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KAIRO, iNews.id - Aksi demonstrasi ratusan orang di Lapangan Tahrir, Kairo, serta beberapa kota lain di Mesir, Jumat (20/9/2019) malam dibubarkan paksa oleh polisi menggunakan gas air mata. Massa mendesak Presiden Abdul Fattah Al Sisi mundur dari jabatannya.

Lapangan Tahrir merupakan saksi bisa Revolusi Mesir pada 2011 yang menjatuhkan pemerintahan Hosni Mubarak.

Ini merupakan aksi unjuk rasa besar pertama yang mendesak Presiden Sisi mundur sejak dia menjabat pada 2014. Mantan jenderal itu naik ke pucuk pimpinan Mesir setelah memimpin kudeta untuk menjatuhkan Muhammad Mursi, presiden pertama yang dipilih secara demokratis.

Selain di Lapangan Tahrir, aksi unjuk rasa juga berlangsung di beberapa kota besar lain secara bersamaan, mengusung tuntutan yang sama. Sedikitnya lima demonstran di Kairo ditangkap polisi. Massa mendesak Presiden Sisi mundur karena pemerintahannya diduga tersangkut kasus korupsi.

Seorang pengusaha dan aktor Mesir Mohamed Ali yang kini tinggal di pengasingan di Spanyol mengunggah beberapa video di media sosial yang menuduh Sisi menghambur-hamburkan banyak uang untuk membeli rumah mewah serta menginap di hotel di saat jutaan warga Mesir hidup dalam kemiskinan.

Ali pertama kali mengunggah video pada 2 September 2019. Di situ dia mengatakan, jika Presiden Sisi tidak mengundurkan diri pada Kamis, warga Mesir akan turun ke jalan keesokan harinya.

Jagad maya merespons aksi unjuk rasa itu. Tanda pagar 'Sisi turun' dan 'Rakyat ingin menggulingkan rezim' menduduki posisi teratas trending topic Twitter Mesir pada Jumat malam.

Demonstrasi juga terjadi di kota terbesar kedua Mesir, Alexandria, serta di Suez dan Mahalla Al Kubra.

Sisi menepis tuduhan itu dengan menyebutnya sebagai kebohongan dan fitnah.

Pada 2013, Sisi memimpin kudeta terhadap Mursi. Setahun kemudian, dia memenangkan pemilu, demikian halnya dengan 2018 di mana dia memperoleh 97 persen suara dalam pemilihan tanpa pesaing. Para pesaingnya lebih dulu mundur ditangkapi.

Parlemen Mesir menyetujui perubahan konstitusi pada April lalu di mana masa jabatan Sisi dapat diperpanjang sampai 2030. Massa jabatannya untuk periode ini seharusnya berakhir pada 2022. Parlemen juga memberi Sisi kekuasaan lebih besar dalam memengaruhi peradilan serta militer.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut