Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, 21 Warga Gaza Meninggal Dunia akibat Kedinginan Parah
Advertisement . Scroll to see content

Razan Al Najjar Tewas oleh Israel, Ibunda: Anak Saya Bukan Teroris

Senin, 04 Juni 2018 - 11:33:00 WIB
Razan Al Najjar Tewas oleh Israel, Ibunda: Anak Saya Bukan Teroris
Razan Al Najjar (Foto: Palestinian Information Center)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Meninggalnya relawan medis di Gaza, Palestina, Razan Al Najjar, akibat ditembak mati sniper Israel meninggalkan duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga dan rekan seprofesinya, tapi juga warga Palestina.

Menurut informasi dari kerabat almarhumah, Najjar ditembak dua sampai tiga kali di bagian dada hingga ambruk. Saat itu dia sedang menolong seorang pria lanjut usia yang terkena tembakan gas airmata di kepala dalam bentrokan dekat pagar perbatasan Gaza-Israel, Jumat (1/6).

Ibu Najjar, Sabreen, mengatakan, putrinya mendedikasikan diri untuk menolong para demontsran Palestina di Gaza sejak gelombang aksi unjuk rasa pecah di perbatasan pada 30 Maret lalu.

Tak terhitung berapa orang yang sudah diselamatkan perempuan berparas manis itu. Sejak aksi memperingati perebutan tanah Palestina oleh Israel dalam perang 1948 atau dikenal dengan 'Aksi Unjuk Rasa untuk Kepulangan' itu, lebih dari 120 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Umumnya mereka terkena tembakan peluru tajam.

Sabreen mengatakan, putrinya bekerja secara sukarela, bahkan tidak dibayar.

"Saya mengkhawatirkannya, tapi Razan mengatakan dia tidak takut. Dia merasa punya kewajiban untuk membantu dan mengenakan rompi medis," kata Sabreen, dikutip dari CNN.

Sabreen melanjutkan, meskipun putrinya bertubuh mungil, namun keberaniannya sangat besar. Senjatanya hanya rompi medis. Seorang petugas kesehatan dengan pengenal resmi tak boleh dihalangi, dilukai, apalagi dibunuh, oleh lawan.

Rompi medis menjadi salah satu modal keberanian perempuan 21 tahun itu untuk maju ke garis depan menolong para korban.

"Saya terlindungi dengan rompi ini. Allah bersama saya, saya tidak takut," kata Sabreen, menirukan perkataan putrinya.

Lebih lanjut Sabreen menegaskan, keadilan atas kepergian anaknya harus ditegakkan. Putrinya hanya pekerja medis yang berusaha menyelamatkan nyawa orang lain, namun justru dibunuh.

"Saya menginginkan keadilan bagi Razan," kata Sabreen, sambil menujukkan kain kasa dari saku rompi putrinya.

Dia pun menegaskan anaknya hanya warga biasa yang punya keterampilan medis, bukan teroris. 

"Ini senjatanya. Saya ingin dunia tahu ini adalah senjata Razan Al Najjar dan apakah ini identitas seorang teroris?" katanya, bertanya retoris, sambil mengangkat kartu identitas yang dikenakannya saat kematiannya.

Najjar merupakan relawan medis kedua yang meninggal akibat ditembak Israel sejak 20 Maret.

Perwakilan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menegaskan, pekerja medis tak boleh menjadi target penembakan. Dia juga mendesak Israel agar tidak menggunakan kekerasan dalam menangani demonstrasi warga Palestina.

Sementara itu militer Israel menyatakan akan menyelidiki penembakan terhadap pekerja medis Razan Al Najjar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut