Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Raja Salman Masuk RS, Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

Rekor Baru, 346.000 Orang Positif Covid dalam Sehari di India

Sabtu, 24 April 2021 - 12:55:00 WIB
Rekor Baru, 346.000 Orang Positif Covid dalam Sehari di India
India kembali mencatat rekor penambahan harian Covid-19 yakni 346.786 pada Sabtu (24/4) (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - India kembali mencetak rekor penambahan harian kasus infeksi Covid-19, berdasarkan laporan Sabtu (24/4/2021), yakni 346.786 penderita. Dengan demikian jumlah total kasus Covid-19 di India mencapai 16.610.481 kasus.

Ini merupakan rekor tertinggi penambahan harian kasus inveksi virus corona dalam 3 hari berturut-turut, bukan hanya secara nasional, tapi juga global. 

Selain itu penambahan kasus infeksi dalam 3 hari nyaris mencapai 1 juta orang, semakin membebani layanan kesehatan, baik rumah sakit serta ketersediaan perlengkapan medis.

Kasus kematian akibat Covid di India pada Sabtu juga mencatat rekor tertinggi yakni 2.642 orang, sehingga totalnya menjadi 189.554 korban. Ini merupakan 4 hari berturut-turut kasus kematian di India menembus 2.000 orang per hari.

Meski demikian data resmi kasus kematian masih diragukan karena pada kenyataannya tempat-tempat kremasi jenazah tak berhenti beroperasi selama 24 jam, belum termasuk warga yang mengkremasi sendiri jenazah anggota keluarga mereka di lapangan terbuka.

Di rumah sakit Ganga Ram, 25 pasien Covid meninggal diduga karena kehabisan oksigen. Namun Ketua Dewan Manajemen Rumah Sakit Sir Ganga Ram, D S Rana, mengatakan para pasien yang meninggal memang dalam kondisi kritis. 

“Saya tidak akan menganggap kematian sebagai kekurangan oksigen. Banyak pasien dirawat di rumah sakit kami berada dalam kondisi yang sangat serius dan itulah sebabnya tingkat kematiannya tinggi," kata Rana, dikutip dari Times of India.

Sementara itu Bengaluru, seorang pasien Covid-19 berusia 61 tahun mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kipas angin Rumah Sakit Vijayanagar. Jenazahnya dikirim ke rumah sakit Victoria.

Sebelumnya di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, pasien kritis harus antre masuk rumah sakit karena kehabisan tempat tidur. Mereka harus menunggu beberapa jam di troli. Seorang pasien, Shayam Narayan, tak kuat meninggal saat mengantre.

"Sistem ini telah ambruk," kata Raj, adik Shayam.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut