Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan, 350 Pasukan Jepang dan 3 Heli Jumbo Chinook Tiba
Advertisement . Scroll to see content

Rekor! Jepang Miliki 100.000 Lebih Warga Berusia 100 Tahun ke Atas

Kamis, 17 September 2026 - 16:13:00 WIB
Rekor! Jepang Miliki 100.000 Lebih Warga Berusia 100 Tahun ke Atas
Jepang mencatat rekor, memiliki 100.000 lebih warga berusia 100 tahun ke atas pada 2026 (Foto: Kyodo via AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Jepang mencatat rekor, memiliki 100.000 lebih warga berusia 100 tahun ke atas pada 2026. Ini merupakan kali pertama jumlah warga berusia seabad lebih di negara itu menembus 100.000 orang. 

Data Statistik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang yang dirilis Selasa (15/9/2026), menunjukkan negara itu saat ini memiliki 107.677 orang berusia 100 tahun ke atas, bertambah 7.914 dibandingkan tahun sebelumnya serta melampaui angka 100.000 untuk pertama kali. 

Hampir 88 persen dari jumlah tersebut merupakan perempuan. Kishimoto Fuyo asal Kyoto tercatat sebagai perempuan tertua di Jepang dengan usia 114 tahun. Sementara laki-laki tertua jatuh kepada Kato Hikaru asal Kumamoto, berusia 112 tahun.

"Senang, begitu banyak orang hidup panjang, sehat, dan aktif," ujar Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno, seraya menjelaskan kemajuan dalam bidang kedokteran dan teknologi turut berkontribusi meningkatkan usia warga Jepang.

Namun Ueno juga memperingatkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mempertahankan sistem jaminan sosial berkelanjutan.

Para ahli mengaitkan umur panjang penduduk Jepang dengan beberapa faktor, termasuk pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

Makanan yang dikonsumsi warga Jepang umumnya ikan, sayuran, dan nasi. Mereka mengonsumsi hanya sedikit lemak jenuh.

Jepang mengalami penuaan penduduk selama bertahun-tahun. Bahkan sejak 10 tahun lebih, penjualan popok untuk orang dewasa lebih tinggi dibandingkan popok bayi.

Sebelumnya Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang merilis hasil survei yang menunjukkan, lebih dari 20 persen laki-laki dan perempuan lajang dan berusia antara 18-34 tahun, tidak berniat menikah. Hampir setengah dari mereka tidak melihat manfaat dalam pernikahan.

Sementara itu para ahli mengatakan, penurunan drastis populasi Jepang tidak bisa dihindari, mengingat angka kesuburan turun ke rekor terendah yakni 1,14 pada 2025. Angka itu jauh di bawah 2,1 anak untuk mempertahankan populasi saat ini.

Artinya setiap perempuan Jepang harus melahirkan rata-rata 2,1 anak. Tahun lalu, angka kesuburan total Jepang turun ke rekor terendah 1,14.

Total populasi Jepang diperkirakan akan turun menjadi 87 juta pada 2070. Saat ini, penduduk berusia 65 tahun ke atas berjumlah sekitar 30 persen dari total populasi dan diperkirakan akan mencapai hampir 40 persen pada 2070.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut