Remaja 17 Tahun Ditembak Mati Polisi Prancis, Demonstrasi Menjalar ke Belgia
BRUSSELS, iNews.id - Demonstrasi memprotes penembakan terhadap remaja Prancis keturunan Aljazair, Nahel M, oleh polisi Prancis meluas ke negara tetangga, Belgia. Kepolisian Belgia menangkap 63 orang sehubungan demonstrasi yang dilakukan oleh kalangan belia itu.
Kelompok yang paling banyak ditangkap adalah anak di bawah umur, yakni 47 orang, serta 16 orang dewasa. Di antara anak di bawah umur yang ditangkap ada yang terlibat pemukulan terhadap polisi. Mereka sempat diinterogasi, namun semuanya sudah dibebaskan pada Jumat kemarin.
Anak-anak muda itu berkumpul di tempat keramaian Ibu Kota Brussels pada Kamis malam setelah meramaikan media sosial. Konsentrasi massa itu dibubarkan oleh polisi. Tak menyerah, anak-anak muda itu memindahkan aksi mereka yakni ke Anneessens serta di sekitar Stasiun Midi.
Stasiun kereta Anneessens sempat ditutup serta bus yang melalui lingkungan tersebut dialihkan.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan, para demonstran membakar mobil dan bangunan serta membuat barikade di jalanan.
Aksi itu dilakukan sebagai protes atas penembakan terhadap Nahel oleh polisi pada Selasa lalu di pinggiran Nanterre. Demonstrasi pecah di Prancis hingga Jumat (30/6/2023) malam. Untuk mencegah kerusuhan meluas pada Sabtu, polisi mengerahkan 45.000 personel di penjuru negeri.
Polisi telah menangkap lebih dari 700 orang di seluruh Prancis terkait aksi itu, sebagian besar adalah remaja.
Pembunuhan Nahel diduga kuat bermotif etnis. Saksi yang melihat langsung kejadian mengatakan, polisi menembak mati korban karena latar belakangnya yakni keturunan Arab.
Polisi yang menembak Nahel sudah ditangkap atas dakwaan pembunuhan, namun hal itu tak membuat puas kelompok seusia korban untuk tetap turun ke jalan.
Editor: Anton Suhartono