Respons AS, Presiden Putin: Rusia Terpaksa Kerahkan Rudal
MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan mengerahkan rudal untuk ditargetkan ke pusat-pusat pengambilan keputusan jika Amerika Serikat (AS) benar-benar mengirim misil ke Eropa.
Pernyataan itu disampaikan Putin terkait keputusan AS menarik diri dari kesepakatan kontrol pengembangan dan penggunaan rudal jarak menengah (INF) pada awal Februari lalu. Kesepakatan itu diteken oleh Presiden Ronald Reagen dan Mikhail Gorbachev di akhir era Perang Dingin atau pada 1987.
"Rusia tidak ingin menjadi yang pertama meluncurkan rudal semacam itu di Eropa. Jika (AS) mengembangkan dan menyebarkan rudal-rudal itu di Eropa, ini akan memperburuk situasi keamanan internasional secara dramatis, menciptakan ancaman serius bagi Rusia," kata Putin, dalam pidato kenegaraan tahunan, dikutip dari AFP, Rabu (20/2/2019).
"Saya mengatakan ini dengan jelas dan terbuka, Rusia terpaksa mengerahkan senjata yang dapat digunakan, melawan pusat pengambilan keputusan yang berada di belakang sistem rudal yang mengancam kita," kata dia lagi.
AS Resmi Menarik Diri dari Perjanjian Rudal dengan Rusia
Sebelumnya, Putin menyebut alasan AS keluar dari kesepakatan INF dibuat-buat. Presiden AS Donald Trump mengatakan, Rusia lebih dulu melanggar INF dengan menguji coba rudal-rudal baru, namun hal itu dibantah.