Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Korea Utara Bisa Produksi 20 Senjata Nuklir Setiap Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Rezim Kim Jong Un Diperkirakan Berakhir dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya

Kamis, 20 Juni 2019 - 17:10:00 WIB
Rezim Kim Jong Un Diperkirakan Berakhir dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya
Kim Jong Un (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Mantan diplomat Korea Utara (Korut) yang membelot, Thae Yong Ho, memprediksi, rezim Kim Jong Un akan runtuh dalam 20 tahun.

Namun, penyebab runtuhnya kekuasaan Kim Jong Un lebih disebabkan pergantian kepemimpinan, bukan faktor campur tangan asing atau kudeta.

Posisi Kim, kata Thae, masih akan aman setidaknya untuk 10 tahun karena kesetiaan orang di sekeliling meski mereka berusia lebih tua.

"Saya pikir mungkin 10 tahun terlalu singkat. Saya tidak berpikir rezim Kim Jong Un akan runtuh dalam 10 tahun. Tapi saya berpikir Kim Jong Un tidak bisa melanjutkan (kepemimpinannya) 20 tahun lagi," kata pria yang melepaskan jabatan sebagai wakil duta besar Korut untuk Inggris pada Agustus 2016 itu, seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/6/2019).

Dia berangan-angan bisa kembali ke kampung halaman di Korut dalam 20 atau 30 tahun lagi setelah Kim tak lagi memimpin.

Soal penyebab runtuhnya rezim, dia melihat faktor pergantian kepemimpinan lebih dominan karena para pejabat inti Korut terlalu solid untuk dipengaruhi. Karena itu, campur tangan asing diyakini tak bisa masuk dan menggoyang Pyongyang.

Apalagi disebabkan adanya jenderal yang membelot lalu melakukan kudeta. Hal ini belum terjadi di Korut, di mana dua pemimpin negara itu sebelum Kim Jong Un, yakni Kim Il Sung dan Kim Jong Il, memerintah sampai akhir hayat.

"Saya pikir tidak mungkin ada pemberontakan atau inisiatif militer langsung dari orang lain untuk menyingkirkan Kim Jong Un, karena militer Korut tidak terorganisasi baik untuk tujuan semacam itu. Tetapi pendapat saya lebih kepada pergantian generasi," kata Thae.

Orang-orang di sekitar Kim saat ini berusia antara 60 dan 80 tahun, dan perubahan bisa terjadi ketika para loyalis itu pensiun.

"Ketika semua jenderal pensiun dan mereka saat ini berusia 30, 40, atau 50-an, saya berpikir mereka tidak akan terus berbagi ideologi dengan Kim Jong Un. Saya yakin mereka akan mengucapkan selamat tinggal. Hanya waktu yang bisa membuktikannya," tuturnya.

Lebih lanjut Thae menepis ada pejabat yang dieksekusi setelah buntunya pertemuan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019.

Menurut dia, para pejabat itu mungkin hanya dihukum dengan dimasukkan ke kamp pendidikan revolusioner selama 1 sampai 3 bulan atau menjalani kerja paksa di perdesaan. Setelah itu mereka kembali bekerja.

"Saya pikir hukuman yang sangat ringan semacam itu diterapkan, tetapi tidak ada eksekusi atau pembersihan atau penembakan karena kegagalan (pertemuan) Hanoi," kata Thae.

Surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo bulan lalu melaporkan, mantan utusan khusus Korut untuk AS, Kim Hyok Chol, dieksekusi karena mengkhianati Pemimpin Tertinggi terkait pertemuan Hanoi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut