Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Warga Prancis Unjuk Rasa Menentang Sentimen Anti-Yahudi

Kamis, 21 Februari 2019 - 08:53:00 WIB
Ribuan Warga Prancis Unjuk Rasa Menentang Sentimen Anti-Yahudi
Ribuan warga melakukan aksi unjuk rasa untuk menentang sentimen anti-semit di Paris, Prancis. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Lapangan Place de la Republique di tengah Kota Paris, Prancis, dalam tahun-tahun belakangan ini sering menjadi ajang protes, termasuk demonstrasi anti-teroris. Kini, ribuan orang berkumpul di lapangan ini untuk menentang masalah yang sudah lama ada di Prancis, yaitu sentimen anti-semit.

"Nama saya Nathalie Kapel. Saya berada di sini karena saya ingin semua orang bisa hidup damai. Saya tidak bisa menerima adanya sentimen anti-semit atau sentimen apapun yang mengatakan kita tidak bisa hidup bersama dengan damai," kata seorang peserta unjuk rasa, seperti dilaporkan VOA, Kamis (21/2/2019).

Efraim dan Susie Susskine berada didekatnya sambil mengacungkan poster yang berbunyi senada.

"Dalam peraturan ditulis 'orang Yahudi, orang Katolik dan orang Arab, semuanya adalah warga republik ini. Tapi ini bukan pengertian partai republik seperti yang ada di Amerika. Pesannya adalah, kita semua adalah warga negara yang sama," katanya.

Di Prancis sering terjadi aksi-aksi anti-Yahudi, termasuk yang dilakukan dengan kekerasan, tapi juga ada demonstrasi yang menentangnya. Setelah agak menurun dalam tahun-tahun belakangan ini, insiden anti-Yahudi tahun lalu meningkat hampir 75 persen.

Hanya beberapa jam sebelum demonstrasi kemarin, kelompok pengacau membuat tanda-tanda swastika dengan cat pada puluhan batu nisan di pekuburan yang terletak di kawasan Alsace.

Presiden Emmanuel Macron mengunjungi kuburan itu dan mengatakan dia malu melihat aksi vandalisme itu.

Sebagian orang menyalahkan kelompok demonstrasi rompi kuning yang 'mengipasi' sentimen intoleransi, karena pekan lalu beberapa demonstran rompi kuning meneriakkan caci-maki pada seorang cendekiawan Yahudi.

Namun, seorang demonstran Fabien Calvo membantah hal itu.

"Gerakan rompi kuning itu bukan gerakan rasialis, dan bukan anti-semit. Tapi seperti biasanya, kalau ada demonstrasi yang tidak terkontrol baik, ada saja orang-orang ekstremis yang ikut,” ujarnya.

Sebagian demonstran rompi kuning yang ikut berunjuk rasa ingin mengaku ingin menunjukkan solidaritas pada kelompok Yahudi.

"Saya melihat banyak demonstran rompi kuning di jalan-jalan, tapi saya tidak melihat seorangpun yang menyatakan anti-Yahudi. Saya tidak melihat tindakan rasialis, dan saya kira isu rasialis yang sebenarnya adalah sikap anti-Yahudi dan sikap anti Muslim," kata salah seorang demonstran, Patricia Pol.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut