Ritual Unik Astronot Sebelum Terbang ke Luar Angkasa, Kencingi Ban Mobil
MOSKOW, iNews.id - Ada saja ritual yang dilakukan seseorang sebelum melakukan pekerjaan berat berisiko tinggi. Alasannya, agar mereka selamat dan sukses menyelesaikan tugas.
Hal ini pun dilakoni para astronot dan kosmonot sebelum terbang keluar angkasa. Tak banyak yang tahu bahwa mereka melakukan ritual unik, yakni mengencingi ban kendaraan yang membawa mereka ke lokasi peluncuran. Setidaknya, praktik ini dilakukan para kosmonot dan astronot yang meluncur dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.
Tradisi ini pertama kali diperkenalkan kosmonot pertama Rusia Yury Gagarin. Dia mengencingi ban belakang bus yang membawanya ke lokasi peluncuran saat misi ruang angkasa pada 1961. Sejak itu, para kosmonot dan astronot yang meluncur dari Baikonur melakukannya.
Sebenarnya astronot perempuan tetap berpartisipasi. Tentunya mereka tak melakukan ritual ini langsung di lokasi, melainkan air kencing ditampung terlebih dulu di botol lalu disiramkan ke ban.
Namun tradisi ini terancam terhenti di masa mendatang. Pada Kamis (29/8/2019), Rusia memperkenalkan pakaian kosmonot dan astronot baru untuk misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Masalahnya, di seragam yang baru tak ada celah bagi kosmonot dan astronot untuk buang air kecil.
Prototipe seragam bernama Sokol-M itu diperkenalkan dalam air show yang berlangsung di luar Moskow. Seragam ini kemungkinan akan dipakai oleh kosmonot dan astronot yang menjalankan misi dengan pesawat luar angkasa Rusia terbaru, Federation, menggantikan Soyuz yang sudah 30 tahun lebih menerbangkan manusia ke luar angkasa.
Sokol-M didesain dan dibuat oleh perusahaan dirgantara Rusia, Zvezda. Perusahaan mengklaim seragam dibuat dari bahan baru yang ukurannya secara otomatis dapat menyesuaikan dengan tubuh kosmonot dan astronot. Seragam yang digunakan saat ini harus dibuat khusus sesuai dengan ukuran tubuh kosmonot dan astronot.
"Saya tidak yakin mereka bisa (meneruskan tradisi), karena kami belum merancang untuk itu," kata direktur Zvezda, Sergei Pozdnyakov, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/8/2019).
Sokol-M didesain dengan bahan berkelir oranye dan resletingnya diagonal dari pinggang ke atas. Sementara itu, seragam yang saat ini digunakan, Sokol-K, berkelir putih dan memiliki resleting berkonfigurasi V di selangkangan, memungkinkan dibuka untuk kencing.
Seragam yang baru lebih ringan karena resleting dan semua jahitannya kedap udara, tidak ada lagi lapisan karet di bagian dalam atau disebut 'kandung kemih' karena mempersulit kosmonot dan astronot saat memakai dan melepasnya.
Semua kru ISS saat ini harus mengenakan Sokol-K yang dibuat khusus sesuai ukuran tubuh. Sokol-K digunakan sebagai seragam standar, termasuk untuk astronot dari luar Rusia. Pasalnya desain pakaian sudah disesuaikan dengan pesawat luar angkasa Soyuz. Setelan dibuat nyaman, terutama saat berbaring di kursi Soyuz.
Selain kencing, ritual lain yang dilakukan kosmonot dan astronot adalah menanam pohon di Baikonur, memotong rambut, menonton film klasik era Uni Soviet 'Sun White of the Desert', dan disiram air suci oleh pendeta Ortodoks.
Editor: Anton Suhartono