Roket Militan Hantam Bus Berisi Karyawan Industri Minyak, 10 Orang Tewas
BEIRUT, iNews.id – Serangan roket militan menargetkan sebuah bus berisi karyawan industri minyak di Suriah timur. Akibatnya, 10 orang tewas dalam serangan tersebut.
Menurut Kementerian Perminyakan Suriah, serangan roket itu menghantam bus di ladang gas Al-Taym di Provinsi Deir el-Zour timur, pada Jumat (29/12/2022).
Tidak ada klaim tanggung jawab langsung pascaserangan. Tetapi Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sebuah kelompok pemantau perang oposisi mengatakan, ISIS berada di balik serangan itu.
Observatorium juga melaporkan jumlah korban tewas yang lebih tinggi akibat serangan roket tersebut. Menurut mereka, setidaknya 12 pekerja tewas.
Di hari yang sama, Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS dan dipimpin Kurdi mengaku telah menggagalkan serangan yang direncanakan akan dilancarakan pada Malam Tahun Baru. Sebanyak 52 militan berhasil ditangkap.
"Militan ISIS bersembunyi di daerah permukiman dan pertanian," kata pernyataan dari pasukan tersebut.
Kampanye yang didukung AS selama bertahun-tahun telah berhasil menghancurkan kendali teritorial militan di Irak dan Suriah. Tetapi pejuang ISIS mempertahankan sel-sel tidur dan telah melakukan serangan yang telah menewaskan puluhan warga Irak dan Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak 2011, Suriah terperosok dalam perang saudara berdarah. Presiden Suriah, Bashar Assad telah mendapatkan kembali sebagian besar kendali atas negara itu. Tetapi sebagian wilayah utaranya tetap berada di bawah kendali pemberontak serta pasukan Turki dan Kurdi Suriah.
Sekitar 900 tentara AS di Suriah mendukung perjuangan pasukan pimpinan Kurdi melawan ISIS. Kebanyakan di bagian timur laut Suriah di bawah kendali Kurdi.
Komando Pusat AS pada hari Kamis melaporkan telah menggelar 313 operasi melawan ISIS pada tahun 2022 di Suriah dan Irak. Sebagian besar bekerja sama dengan pasukan pimpinan Kurdi.
Menurut pernyataan CENTCOM, 215 militan dari kelompok ISIS ditangkap dan 466 tewas di Suriah.
Editor: Umaya Khusniah