Rumah Ibadah Akan Kembali Dibuka di AS, Trump: Kita Sangat Membutuhkan Doa

Djairan ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:15 WIB
Rumah Ibadah Akan Kembali Dibuka di AS, Trump: Kita Sangat Membutuhkan Doa

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (22/5/2020) meminta para gubernur negara bagian membuka kembali rumah ibadah. Sebelumnya, rumah-rumah ibadah di negeri Paman Sam ditutup selama pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19.

Dilansir Fox News, pengumuman tersebut disampaikan Trump setelah dia memutuskan rumah ibadah sebagai hal yang krusial, dalam peraturan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Kebijakan tersebut diperuntukkan bagi gereja, sinagoge, dan masjid, setelah rapat di Gedung Putih.

"Para gubernur perlu membuka kembali rumah ibadah akhir pekan ini. Di Amerika kita sangat membutuhkan lebih banyak doa,” ujar Trump, Jumat (22/5/2020).

Politikus Partai Republik itu pun mengeluhkan pusat bisnis tetap dapat beroperasi di tengah pandemi corona, sementara gereja tidak. Sebelumnya, Jaksa Agung William Barr sudah sudah memperingatkan pada April lalu, bahwa pembatasan kegiatan selama pandemi corona oleh pemerintah negara bagian harus diterapkan secara merata, namun tidak untuk organisasi keagamaan.

"Beberapa gubernur menganggap toko minuman keras dan klinik aborsi lebih penting, tapi sudah meninggalkan gereja dan rumah ibadah lainnya. Itu tidak benar. Saya memperbaiki ketidakadilan ini dan jelas rumah ibadah itu penting," kata Trump.

Pada Jumat (22/5/2020), CDC merilis pedoman untuk komunitas keagamaan, dengan kegiatan keagamaan sebagai bagian penting dari kehidupan. Namun CDC juga memperingatkan, kerumunan tetap berisiko meningkatkan penyebaran Covid-19.

Pedoman tersebut menganjurkan penggunaan masker kesehatan selama kebaktian, membatasi jumlah orang-orang pada kerumunan, menjaga jarak selama kebaktian dan mengurangi paduan suara di gereja, sebab kegiatan bernyanyi dapat berkontribusi pada transmisi Covid-19 melalui emisi aerosol.

Editor : Ahmad Islamy Jamil