Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zelensky Tegaskan Tak Akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia demi Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Akan Gelar Latihan Perang Besar-besaran Libatkan Beberapa Negara, Ada Apa?

Rabu, 27 Juli 2022 - 10:08:00 WIB
Rusia Akan Gelar Latihan Perang Besar-besaran Libatkan Beberapa Negara, Ada Apa?
Rusia berencana menggelar latihan militer strategis di timur negara itu. (Foto: Sputnik)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Rusia berencana menggelar latihan militer strategis di timur negara itu. Latihan digelar untuk memberi tahu dunia, Rusia tetap fokus pada pertahanan di seluruh wilayahnya dan secara militer mampu mempertahankan urusan seperti biasa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, latihan "Vostok" (Timur) akan berlangsung dari 30 Agustus hingga 5 September. Kementerian menekankan, kapasitasnya untuk menggelar latihan tidak terpengaruh oleh operasi militer khusus di Ukraina.

Dikatakan Rusia tidak membatalkan kegiatan pelatihan atau kerja sama internasional. Latihan akan diiikuti semua personel, senjata, dan peralatan yang diperlukan.

"Ada fakta bahwa hanya sebagian dari Angkatan Bersenjata Federasi Rusia yang terlibat dalam operasi militer khusus, yang jumlahnya cukup untuk memenuhi semua tugas yang ditetapkan oleh Panglima Tertinggi," kata pernyataan itu.

Kementerian menambahkan, distrik militer timur termasuk bagian dari Siberia dan bermarkas di Khabarovsk, dekat perbatasan China. Latihan tersebut akan mencakup beberapa pasukan asing.

Pengamat militer di Lembaga Pemikir Chatham House London, Mathieu Boulegue mengatakan, latihan militer ini bisa jadi tantangan besar bagi Rusia. Itu karena kerugian besar yang diderita Moskow terkait jumlah tentara dan peralatan termasuk yang dikirim dari distrik militer timur- tempat latihan perang akan berlangsung- ke Ukraina.

"Banyak pasukan dan perlengkapan dari distrik militer timur telah dikerahkan, dirotasi, hilang dan terbunuh di Ukraina sejak Februari, jadi ini akan menarik untuk melihat apa yang bisa mereka selamatkan," katanya. 

Direktur CIA, William Burns pekan lalu mengatakan, Amerika Serikat memperkirakan 15.000 tentara Rusia telah tewas di Ukraina sejak Februari.

Latihan Vostok sebelumnya digelar pada 2018 dan berlangsung dalam skala besar. Hampir 300.000 tentara dilaporkan terlibat, termasuk untuk pertama kalinya melibatkan pasukan dari China.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut