Rusia Balas Dendam Gempur Kiev, Ledakan Keras Terdengar di Mana-Mana
KIEV, iNews.id - Rusia menggempur Ibu Kota Kiev, Ukraina, Rabu (30/8/2023) dini hari. Suara ledakan keras terdengar di beberapa wilayah kota tersebut. Puing-puing dari drone atau rudal berjatuhan di beberapa daerah kota.
Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan di Telegram, sistem pertahanan udara menghancurkan drone atau rudal yang diarahkan ke kotanya. Akibat serangan itu beberapa bangunan rusak.
Klitschko menambahkan, sebuah bangunan toko serta gedung pemerintah terbakar. Selain itu satu orang terluka akibat terkena pecahan kaca. Dia tidak menyebutkan apakah puing-puing itu berasal dari rudal atau drone.
Gempuran pasukan Rusia di Kiev diyakini sebagai pembalasan atas serangan Ukraina ke penjuru Rusia sepanjang Selasa malam. Drone-drone kamikaze Ukraina menyapu seluruh Rusia, di antaranya menghancurkan pesawat militer dan mengganggu lalu lintas udara.
Bukan Senjata, Anggota Parlemen Inggris Ini Usul Kirim Alat Bantu Seks untuk Tentara Ukraina
Seorang pejabat Rusia mengatakan, serangan drone dilaporkan terjadi di Pskov, Bryansk, Kaluga, Orlov dan Ryazan, serta semenanjung Krimea.
Serangan paling besar terjadi di Pskov, berjarak sekitar 660 km dari perbatasan Ukraina. Para pejabat Rusia mengatakan, empat pesawat angkut militer Il-76 rusak.
Ngeri! Pejabat Intelijen Ukraina Bunuh Diri di Kantor, Sebut-Sebut Nama Bosnya
Rekaman video yang dirilis Gubernur Pskov Mikhail Vedernikov di Telegram menunjukkan, asap membubung dilatarbelakangi suara sirene dan ledakan. Laporan lain juga di Telegram menunjukkan, sistem pertahanan antipesawat menembak jatuh sasaran di sekitar kota yang hanya berjarak 32 km dari perbatasan Estonia.
“Berdasarkan penilaian awal, tidak ada dampak serius yang terjadi namun sulit untuk memastikan hal itu karena terjadi pada malam hari. Jika semuanya baik-baik saja, bandara akan kembali beroperasi normal pada Kamis,” kata Vedernikov di Telegram, seraya menambahkan tidak ada korban luka.
Ukraina Akan Ditinggal Negara Lain jika Serang Wilayah Rusia
Editor: Anton Suhartono