Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Rusia: Barat Ingin Menghukum Kami, tapi Malah Nyolong Uang Kami Rp4.357,5 Triliun

Senin, 02 Mei 2022 - 06:12:00 WIB
Rusia: Barat Ingin Menghukum Kami, tapi Malah Nyolong Uang Kami Rp4.357,5 Triliun
Salah satu kilang minyak milik raksasa energi Rusia, Gazprom, sedang beroperasi (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Barat dituding telah mencuri uang milik Rusia selama menjatuhkan sanksi terhadap Moskow atas agresi militer di Ukraina. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS (Rp4.357,5 triliun).

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, sebagian besar uang itu adalah hasil penjualan minyak dan gas Rusia di luar negeri. Sebab, raksasa energi Rusia Gazprom harus menyimpan uang di rekening yang dibuka di sejumlah bank di negara-negara Barat.

“Mereka ingin ‘menghukum’ Rusia, jadi mereka mencurinya (uang itu),” kata Lavrov kepada lembaga penyiaran Italia, Mediaset, Minggu (1/5/2022).

Saat ditanya tentang alasan Rusia menghentikan pengiriman gas ke negara-negara Eropa, Lavrov mengatakan, Barat bisa saja mengambil uang dari Rusia sewaktu-waktu di masa mendatang, jika situasi konflik di Ukraina tetap tak berubah.

“Gazprom terpaksa menyimpan uang di rekeningnya di bank-bank Barat (sesuai dengan aturan yang dibuat Barat),” kata Lavrov. 

“Sekarang kami mengusulkan agar pengiriman (gas dan minyak Rusia) dianggap sudah dibayar bukan ketika Gazprombank mendapatkan euro atau dolar, tetapi ketika mereka diubah menjadi rubel, yang tidak bisa lagi dicuri,” tuturnya.

Pada akhir Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekret yang menginstruksikan pemerintah dan Gazprom untuk mengalihkan pembayaran gas oleh negara-negara yang tidak bersahabat dengan Moskow ke mata uang rubel. Dekret itu muncul setelah beberapa negara memberlakukan sanksi terhadap Rusia, sebagai tanggapan atas operasi militer khusus Moskow di Ukraina.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut