Rusia Kembali Gempur Bakhmut, Ukraina: Ada 324 Serangan Artileri dan Roket dalam 24 Jam
KIEV, iNews.id – Pasukan Rusia dilaporkan kembali menggempur Kota Bakhmut, Rabu (26/4/2023). Kota itu sudah berbulan-bulan menjadi titik fokus dari upaya Moskow untuk merebut penuh Donbas, kawasan industri di Ukraina Timur.
Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah laporan yang diunggah di Facebook, mengatakan bahwa pertempuran melanda Bakhmut dan daerah sekitarnya. Dikatakan bahwa pasukan Rusia telah gagal untuk maju ke dua desa di barat laut kawasan itu. Setidaknya, ada 12 daerah yang diserang Rusia dalam pertempuran terkini.
Juru bicara kelompok pasukan timur Ukraina, Serhiy Cherevatiy, mengatakan kepada stasiun televisi nasional bahwa dalam 24 jam terakhir, tentara Moskow telah menyerang 324 kali. Serangan itu menggunakan artileri dan beberapa peluncur roket.
“Rusia menghancurkan bangunan di Bakhmut untuk mencegah tentara kami menggunakannya sebagai benteng,” kata Cherevatiy, seperti dikutip kembali Reuters, Kamis (27/4/2023).
Infografis Rusia Ingin Dewan Keamanan PBB Segera Direformasi
Selasa (25/4/2023) lalu, Cherevatiy mengatakan telah terjadi sejumlah serangan di bagian depan lebih jauh ke utara Bakhmut, dekat Kota Kupiansk, di timur laut Ukraina.
Gubernur Provinsi Mykolaiv di Ukraina Selatan, Vitaliy Kim mengatakan, rudal Rusia telah menghantam sebuah gedung apartemen dan rumah pribadi di Kota Mykolaiv (provinsi dan kota tersebut memiliki nama yang sama—red). Satu orang tewas dan 15 lainnya luka-luka, ungkap Kim lewat aplikasi perpesanan Telegram.
3 Pesawat Militer Rusia Dicegat Jet Eurofighter Jerman di Laut Baltik
Kantor berita Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov Tiba di New York AS, Siap Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB
Sementara pemimpin pasukan tentara bayaran Rusia dari Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, menyebut pihaknya telah menguasai 80 persen Bakhmut.
Pada Rabu kemarin, dia mengatakan dalam pesan video bahwa unit pasukan Ukraina yang terlatih dengan baik telah dipukul mundur ke Bakhmut. “Serangan balasan oleh Ukraina tidak dapat dihindari,” ujar sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin itu.
Prigozhin mengatakan, pasukannya akan terus maju dengan biaya berapa pun, demi menghancurkan tentara Ukraina dan menggagalkan serangan mereka.
Editor: Ahmad Islamy Jamil