Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:06:00 WIB
Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut
Rusia disebut memanfaatkan kondisi Ukraina yang mengalami tekanan pada sistem pertahanan udaranya untuk melancarkan serangan rudal balistik ke sejumlah kota (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Rusia disebut memanfaatkan kondisi Ukraina yang sedang mengalami tekanan pada sistem pertahanan udaranya untuk melancarkan serangan rudal balistik ke sejumlah kota. Serangan pada Selasa (11/8/2026) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Moskow sengaja mengeksploitasi krisis rudal pertahanan Patriot yang dihadapi Ukraina. Menurut dia, Rusia meningkatkan serangan ketika kemampuan Ukraina untuk mengadang rudal berada di bawah tekanan.

Serangan tersebut menghantam sejumlah wilayah Ukraina, dengan Zaporizhzhia menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Sedikitnya enam orang tewas dan 19 lainnya terluka dalam serangan sepanjang malam.

Zelensky mengatakan Rusia menggunakan rudal balistik buatan Korea Utara (Korut) dalam serangan tersebut. Moskow juga disebut menggunakan rudal Zircon serta bom udara berpemandu untuk menghantam sasaran di Ukraina.

"Kota ini dihantam rudal balistik Korea Utara, Zircon, dan bom udara berpemandu. Ini adalah serangan keji, dirancang untuk menimbulkan kerusakan maksimal, khususnya pada infrastruktur sipil," kata Zelensky dalam pernyataannya.

Menurut Zelensky, penggunaan berbagai jenis senjata tersebut menunjukkan Rusia tidak sedang mengurangi intensitas perang. Sebaliknya, Moskow dinilai tengah mempersiapkan eskalasi yang lebih besar.

"Setiap langkah yang diambil Rusia, meningkatkan produksi rudal balistik, mendatangkan peralatan Korea Utara, mempersiapkan mobilisasi (pasukan), semua ini menunjukkan Moskow tidak sedang mempersiapkan perdamaian, tapi eskalasi," ujarnya.

Dampak serangan terlihat dari foto-foto yang dibagikan di media sosial. Sejumlah bangunan dan kendaraan tampak terbakar setelah terkena hantaman rudal.

Pabrik baja Zaporizhstal juga menjadi lokasi jatuhnya serangan. Seluruh korban tewas di Zaporizhzhia disebut merupakan karyawan pabrik tersebut.

"Serangan balistik itu menghantam karyawan yang sedang menuju tempat perlindungan segera setelah peringatan udara aktif," kata pihak perusahaan.

Serangan tersebut juga menyebabkan 21 karyawan lainnya terluka.

Selain Zaporizhzhia, enam orang lainnya dilaporkan tewas di wilayah Dnipro dan Donetsk. Serangan juga menyasar sejumlah kota garis depan seperti Kherson dan Kharkiv hingga menyebabkan pasokan listrik terputus.

Sebuah rumah sakit khusus penyakit menular turut terkena rudal Rusia. Sementara di Mykolaiv, serangan drone melukai seorang perempuan berusia 75 tahun.

Zelensky juga memperingatkan bahwa dukungan Korea Utara terhadap Rusia semakin meningkat. Menurutnya, Pyongyang tidak hanya memasok rudal balistik dan peralatan militer, tetapi juga mengirim personel militer.

Kondisi ini menjadi tantangan tambahan bagi Ukraina yang tengah menghadapi tekanan terhadap sistem pertahanan udaranya. Zelensky menilai Rusia berupaya memanfaatkan celah tersebut untuk meningkatkan serangan dari udara.

Di tengah mandeknya upaya diplomasi Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang dan perhatian Washington yang juga tersedot oleh konflik dengan Iran, Ukraina menghadapi ancaman serangan baru. Kiev kini harus menghadapi serangan rudal dan drone Rusia di tengah situasi pertahanan yang semakin berat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut