Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Ogah Ikut KTT Perdamaian Ukraina Ke-2

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:44:00 WIB
Rusia Ogah Ikut KTT Perdamaian Ukraina Ke-2
Mikhail Galuzin, wamenlu Rusia, menegaskan negaranya tak akan menghadiri KTT perdamaian Ukraina ke-2 (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Rusia dipastikan tidak akan menghadiri KTT perdamaian Ukraina, tindak lanjut dari pertemuan pertama yang digelar di Swiss pada Juni lalu. Ukraina menggelar pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 92 negara tersebut tanpa mengundang Rusia.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin menegaskan, prasyarat yang diberikan Ukraina untuk perundingan perdamaian merupakan ultimatum. Oleh karena itu, Rusia tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan.

Rusia telah menentukan sikap, pembicaraan damai baru bisa dilakukan jika Ukraina dan negara sekutunya mengakui wilayah Rusia pasca-operasi militer khusus pada Februari 2022. Sejak itu Rusia mencaplok empat wilayah Ukraina melalui referendum yang tak diakui oleh komunitas internasional.

Galuzin juga menegaskan, perundingan perang Ukaraina tanpa kehadiran Rusia adalah langkah sia-sia dan membuang-buang waktu. Rusia akan tetap menyerang Ukraina sampai tujuannya tercapai.

Senada dengan Galuzin, Juru Bicara Kremlin menegaskan saat ini tidak ada substansi dari gagasan pertemuan puncak kedua.

“Usulan apa yang sedang kita bicarakan?” kata Peskov, bertanya, kepada wartawan, seperti dikutip dari RIA.

"Anda tahu bahwa Presiden Putin dan Federasi Rusia selalu terbuka untuk berdialog, kami tidak pernah menolak dialog. Namun kami harus memahami apa yang kami bicarakan," tuturnya, menambahkan.

Pemerintah Ukraina sebelumnya menyatakan akan menggelar KTT perdamaian kedua pada akhir tahun ini. Beberapa pejabat mengatakan ada kemungkinan negara-negara di selatan dan perwakilan Rusia diundang.

Presiden Vladimir Putin juga mengatakan pada bulan lalu, Rusia bersedia mengakhiri perang, namun hanya dengan syarat negara itu membatalkan ambisi untuk bergabung ke NATO serta menyerahkan empat wilayahnya. Ukraina menolak tuntutan tersebut dan menganggapnya sama saja dengan menyerah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut