Rusia Tuduh Ukraina Tempatkan Senjata Kiriman Barat di Fasilitas Nuklir
MOSKOW, iNews.id – Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) menuduh Ukraina menyimpan senjata yang dipasok Barat di dalam fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di seluruh negara itu. Namun, institusi itu tidak menyertakan bukti atas klaimnya tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, SVR mengungkapkan, peluncur roket HIMARS, sistem pertahanan udara yang dipasok oleh Amerika Serikat, saat ini telah dikerahkan ke PLTN Rivne di barat laut Ukraina.
“Angkatan bersenjata Ukraina menyimpan senjata dan amunisi yang disediakan oleh Barat di wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir,” kata SVR.
Menurut badan itu, pengiriman senjata HIMARS ke PLTN Rivne telah dilakukan Ukraina pada minggu terakhir Desember.
Bayi Berusia 10 Bulan Dilaporkan Tewas akibat Serangan Pasukan Ukraina di Kota Kreminna
Banyak PLTN Ukraina yang menjadi fokus sorotan berbagai pihak sejak awal konflik. Pasukan Rusia merebut PLTN Chernobyl yang sudah tidak berfungsi kurang dari 48 jam setelah pasukan Moskow menyerbu Ukraina. Rusia juga merebut PLTN Zaporizhzhia—yang menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa—pada awal perang.
Latihan dengan China dan Afsel, Rusia Kerahkan Kapal Perang Dipersenjatai Rudal Zirkon
Baik Kiev maupun Moskow saling menuduh menembaki Zaporizhzhia dengan artileri. Sementara Ukraina menyebut Rusia memanfaatkan PLTN itu sebagai gudang senjata de factonya.
International Atomic Energy Agency (IAEA) atau Badan Energi Atom Internasional telah menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan di dekat pembangkit tersebut. Badan pengawas nuklir PBB itu pun memperingatkan risiko bencana nuklir atas kondisi tersebut.
Editor: Ahmad Islamy Jamil