Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Uji Coba Rudal Jelajah Burevestnik Bertenaga Nuklir, Jangkau Target 14.000 Km

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:52:00 WIB
Rusia Uji Coba Rudal Jelajah Burevestnik Bertenaga Nuklir, Jangkau Target 14.000 Km
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah terbaru bertenaga nuklir (Foto: Kemhan Rusia)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah terbaru yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Bukan hanya itu, rudal tersebut juga ditenagai nuklir.

Putin mengatakan, rudal ini didesain menghindari deteksi dan pencegatan sistem pertahanan musuh. Dia juga mengatakan senjata mematikan ini bisa segera dikirim ke militer untuk operasional.

Rusia tak menyebutkan nama rudal tersebut, namun negeri Beruang Merah beberapa tahun terkhir menguji coba rudal jelajah Burevestnik.

Video yang dirilis Istana Kremlin, Minggu (26/10/2025), menunjukkan Putin menerima laporan dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov bahwa rudal Burevestnik menempuh jarak 14.000 km dalam sebuah uji coba yang dilakukan pada Selasa pekan lalu.

Gerasimov mengatakan, Burevestnik menghabiskan waktu 15 jam di udara untuk mencapai target berjarak 14.000 km. Namun dia menegaskan bahwa catatan waktu itu bukan kemampuan terbaiknya.

Setelah itu Putin merespons dengan memerintahkan persiapan infrastruktur untuk pengoperasian Burevestnik.

"Kita perlu menentukan kemungkinan penggunaannya dan mulai mempersiapkan infrastruktur untuk menyebar senjata-senjata ini ke militer kita," kata Putin, kepada Gerasimov.

Putin mengklaim rudal tersebut kebal terhadap sistem pertahanan rudal yang beroperasi saat ini dan yang akan datang, karena jangkauannya yang hampir tak terbatas dan kemampuan manuvernya yang tak terduga.

Burevestnik, NATO menyebutnya dengan Skyfall, mendapat penilaian rendah dari para pakar Barat. Penggunaan tenaga nuklir untuk rudal tersebut disebut tidak andal. Para pengamat juga menilai, rudal seperti itu bisa menimbulkan ancaman lingkungan. 

Putin pertama kali mengungkapkan pengembangan senjata ini pada 2018 saat menyampaikan pidato kenegaraan. Dia mengklaim senjata itu memiliki jangkauan tak terbatas, memungkinkannya mengelilingi dunia, tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan mana pun.

AS dan Uni Soviet pernah mengembangkan rudal bertenaga nuklir selama Perang Dingin, namun akhirnya menghentikan proyek tersebut karena dianggap terlalu berbahaya.

Burevestnik dilaporkan mengalami ledakan pada Agustus 2019 saat uji coba di area tembak angkatan laut di Laut Putih, menewaskan lima insinyur nuklir dan dua personel angkatan laut. Ledakan itu juga memicu lonjakan radioaktivitas singkat yang memicu kekhawatiran di kota terdekat.

Para pejabat Rusia tidak pernah menyebutkan senjata yang meledak itu, namun AS menyebut Burevestnik.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut