Rusia Ungkap Drone Penyerang Kapal Perangnya di Laut Hitam Dilengkapi Navigasi Buatan Kanada
MOSKOW, iNews.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengungkap serangan drone terhadap kapal perang Armada Laut Hitam-nya di Krimea pada Sabtu kemarin. Puing-puing drone diselidiki sehingga diketahui latar belakangnya.
Rusia menganalisis komponen pada drone dan mendapati kendaraan tanpa awak itu dilengkapi perangkat navigasi buatan Kanada.
Disebutkan, serangan dilakukan tentara Ukraina terhadap Armada Laut Hitam di dekat Sevastopol menggunakan 16 drone. Kemhan juga menuduh para ahli dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris berperan dalam mengoordinasikan serangan. Sebelumnya Inggris sudah membantah terlibat.
“Berdasarkan data informasi yang diperoleh dari memori navigasi, diketahui drone maritim diluncurkan dari pantai dekat Kota Odessa,” bunyi pernyataan Kemhan Rusia, dikutip dari Reuters, Minggu (30/10/2022).
Dubes Rusia kepada AS: Pulangkan Senjata Nuklir Anda di Luar Negeri!
Drone terbang di sepanjang zona keamanan "koridor gandum" sebelum mengubah arah menuju pangkalan Angkatan Laut Rusia di Sevastopol, kota terbesar di Semenanjung Krimea.
Bahkan kemhan menyebut salah satu drone tampaknya diterbangkan dari dalam zona keamanan koridor gandum.
Inggris Bantah Tuduhan Rusia Ledakkan Pipa Gas Nord Stream di Laut Baltik
"Ini mungkin mengindikasikan peluncuran awal perangkat dari salah satu kapal sipil yang disewa oleh Kiev atau mitra Baratnya untuk ekspor produk pertanian dari pelabuhan Ukraina," demikian pernyataan kemhan.
Drone Pengintai AS Berputar Beberapa Jam dekat Krimea, Mau Mata-matai Rusia?
Rusia menggagalkan serangan itu seraya menyatakan, kapal-kapal yang menjadi target serangan berperan dalam memastikan keamanan ekspor gandum keluar dari pelabuhan Laut Hitam, Ukraina.
Sementara itu Ukraina justru menuduh balik Rusia sebagai aktor serangan itu dengan dalih dalih untuk menarik diri dari kesepakatan pengiriman biji-bijian yang ditengahi PBB.
Rusia: Tentara Angkatan Laut Inggris Biang Kerok Ledakan Pipa Gas Nord Stream
Editor: Anton Suhartono