Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta
Advertisement . Scroll to see content

Sadis! Militer Myanmar Bantai dan Bakar 30 Warga Sipil, Ada Perempuan dan Anak-Anak

Sabtu, 25 Desember 2021 - 19:35:00 WIB
Sadis! Militer Myanmar Bantai dan Bakar 30 Warga Sipil, Ada Perempuan dan Anak-Anak
Tentara militer Myanmar sedang bersiaga di Yangon, Juni lalu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NAYPYITAW, iNews.id – Lebih dari 30 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan tubuh mereka dibakar di Negara Bagian Kayah, Myanmar, Jumat (24/12/2021). Tragedi mengerikan itu diungkapkan oleh penduduk, laporan media lokal, dan kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat.

Negara Bagian Kayah saat ini dilanda konflik antara kelompok milisi lokal dan tentara Myanmar. Kelompok HAM Karenni mengungkapkan, mereka menemukan mayat orang-orang telantar yang terbakar, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak di dekat Desa Mo So, Kota Hpruso, Sabtu (25/12/2021). Semua korban itu dibunuh oleh pasukan militer yang memerintah Myanmar.

“Kami sangat mengecam pembunuhan tidak manusiawi dan brutal yang melanggar HAM,” ungkap kelompok itu dalam sebuah unggahan di Facebook.

Militer Myanmar sebelumnya mengklaim telah menembak dan membunuh sejumlah orang yang mereka cap sebagai “teroris bersenjata” di desa itu. Orang-orang yang dibunuh itu berada di tujuh kendaraan dan menolak saat diminta berhenti oleh tentara, kata media yang berafiliasi ke junta militer Myanmar.

Sayangnya, saat hendak dimintai komentar oleh Reuters, militer Myanmar belum dapat dihubungi.

Foto-foto yang dibagikan oleh kelompok HAM dan media lokal menunjukkan jasad-jasad yang hangus di truk yang terbakar.

Pasukan Pertahanan Nasional Karenni—salah satu dari beberapa milisi sipil terbesar yang menentang junta militer yang memimpin kudeta 1 Februari di Myanmar—mengatakan bahwa para korban tewas bukanlah anggota mereka melainkan warga sipil yang mencari perlindungan dari konflik.

“Kami sangat terkejut melihat semua mayat dengan ukuran berbeda, termasuk anak-anak, perempuan dan orang tua,” kata seorang komandan Pasukan Pertahanan Nasional Karenni kepada Reuters, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Seorang warga yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan, dia mengetahui adanya peristiwa kebakaran pada Jumat (24/12/2021) malam. Akan tetapi, tidak bisa pergi ke tempat kejadian karena insiden itu juga disertai dengan penembakan.

“Saya  baru bisa pergi melihatnya pagi ini. Saya menyaksikan mayat yang telah dibakar, dan juga pakaian anak-anak dan perempuan berserakan,” katanya kepada Reuters melalui telepon.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi, hampir 11 bulan lalu. Militer mengklaim adanya kecurangan dalam Pemilu Myanmar yang digelar pada November 2020 yang dimenangkan partai Suu Kyi. Sementara, para pengamat internasional menilai pemungutan suara pada saat pemilu kala itu berlangsung adil.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut