LONDON, iNews.id – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berharap dapat mengunjungi Ukraina sekali lagi sebelum lengser dan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky. Politikus Partai Konservatif itu tak lama lagi bakal meletakkan jabatan PM, menyusul pengumuman pengunduran dirinya, beberapa waktu lalu.
Rencana Johnson untuk berkunjung ke Ukraian itu terungkap lewat laporan The Telegraph, dengan mengutip seorang sumber dekat sang perdana menteri.
Dituduh Terlibat Korupsi, Presiden dan Wapres Filipina Terancam Dimakzulkan
“Dia benar-benar merasakan beban tanggung jawab sebagai pendukung terbesar (Zelensky). Dia tidak bisa begitu saja pergi tanpa memastikan dunia mendukungnya,” kata sumber itu, seperti dikutip pada Senin (25/7/2022).
Menurut rencana, Johnson secara resmi mundur dari jabatannya dan meninggalkan Downing Street (julukan populer untuk Kantor Perdana Menteri Inggris) pada 6 September.
Jelang Hari Kenegaraan Ukraina, Zelensky: Kami Akan Rayakan dengan Melawan Rintangan
Sejak meletusnya agresi militer Rusia di Ukraina sejak 24 Februari, Johnson sudah dua kali melakukan kunjungan resmi ke Kiev. Yang pertama berlangsung pada April, sedangkan yang satunya lagi pada Juni lalu.
Pada Sabtu (23/7/2022), The Telegraph melaporkan perdana menteri Inggris itu juga dijadwalkan melakukan panggilan telepon dengan Zelensky pada minggu ini.
Zelensky Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata dengan Rusia, kecuali...
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, dan mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak muncul sebagai dua kandidat terkuat yang akan memperebutkan jabatan kepala pemerintahan Inggris. Keduanya harus menjalani kampanye selama enam minggu terlebih dulu, sebelum Partai Konservatif memilih pemimpin baru mereka.
Hasil akhir persaingan Truss dan Sunak diperkirakan keluar pada awal September nanti.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku