Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Uji Coba Rudal Balistik, Kim Jong Un Siapkan Rencana Perkuat Nuklir Korut Hadapi AS Cs
Advertisement . Scroll to see content

Sebut Kim Jong Un Diktator, Kandidat Capres AS Joe Biden Dikecam Media Korut

Rabu, 22 Mei 2019 - 10:40:00 WIB
Sebut Kim Jong Un Diktator, Kandidat Capres AS Joe Biden Dikecam Media Korut
Joe Biden saat memulai kampanye seleksi capres dari Demokrat di Philadelphia (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Media Korea Utara (Korut) mengecam pernyataan kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang mengatakan Kim Jong Un sebagai diktator.

Kantor berita Korut KCNA menyebut Biden telah kehilangan kualitasnya sebagai manusia.

Pernyataan Biden itu disampaikan pada Sabtu pekan lalu di Philadelphia saat kampanye perdana.

"Apakah kita bangsa yang merangkul diktator dan tiran seperti (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan Kim Jong Un?" kata Biden, seperti diberitakan Newsweek.

Sementara itu KCNA memberikan komentar atas pernyataan Biden pada Selasa (21/5/2019) malam.

"Apa yang dia ucapkan menunjukkan kehilangan kualitas dasar sebagai manusia, apalagi seorang politikus," bunyi laporan media pemerintah Korut itu.

KCNA juga membuat daftar perliaku kontroversial tentang Biden, termasuk tuduhan plagiarisme dan tertidur saat pidato Presiden Barack Obama pada 2011.

"Kami tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang berani memprovokasi kepemimpinan tertinggi DPRK (Korut) tapi tentu akan membuat mereka membayar semua ini," kata KCNA.

Hubungan AS dan Korut naik-turun seiring pergantian kepemimpinan AS. Hal ini terkait dengan kebijakan diplomasi masing-masing. Namun secara umum AS tetap bersikap tegas atas uji coba nuklir dan rudal Korut, termasuk memberikan sanksi.

Pertemuan kedua Donald Trump dengan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019 berujung tanpa hasil. Kedua pihak tetap bersikeras dengan keinginan masing-masing, AS ingin Korut melucuti semua nuklirnya terlebih dulu, sementara Korut menginginkan Negeri Paman Sam mencabut sebagian sanksi yang terkait dengan perekonomian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut