Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tiket Konser BTS Ludes, Presiden Meksiko Turun Tangan Minta Tambahan Jadwal
Advertisement . Scroll to see content

Sejak 2006, Ada 5.000 Mayat Ditemukan di Kuburan Massal Meksiko

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 11:35:00 WIB
Sejak 2006, Ada 5.000 Mayat Ditemukan di Kuburan Massal Meksiko
kuburan massal di Meksiko. (FOTO: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Hampir 5.000 mayat ditemukan di lebih dari 3.000 kuburan tak bernama di Meksiko. Ribuan mayat itu ditemukan setelah para tentara memerangi perdagangan narkoba pada 2006.

Meksiko dilanda gelombang kekerasan sejak meluncurkan apa yang disebut "perang narkoba," dan para aktivis dan anggota keluarga dari 40.000 orang yang hilang di negara itu mengecam ditemukannya kuburan massal selama bertahun-tahun.

Namun ini merupakan pertama kalinya pihak berwenang melakukan survei nasional untuk menentukan berapa total jumlah korban yang dikubur.

Kepala Komisi Pencarian Nasional untuk Orang Hilang, Karla Quintana, mengatakan mereka menemukan 3.024 kuburan massal tak bertanda di seluruh negeri, dengan sedikitnya ada 4.974 mayat.

"Ini adalah pertama kalinya pemerintah federal mengakui jumlah kuburan massal yang tidak bertanda," katanya, dalam sebuah konferensi pers bersama Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, seperti dikutip AFP, Sabtu (31/8/2019).

"Tapi ini bukan tentang angka. Ini adalah orang-orang yang hilang dan orang yang dicintai mencari mereka."

Pihak berwenang percaya sebagian besar korban dibunuh oleh geng kriminal, tak sedikit yang berkolusi dengan pejabat setempat yang korup.

Sementara itu, keluarga yang hilang memprotes di luar istana presiden, tempat konferensi pers diadakan. Mereka menyerukan kepada pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk menemukan kerabat mereka.

Sambil membawa foto-foto besar anggota keluarga mereka yang hilang, mereka meneriakkan: "Di mana anak-anak kita?"

"Pihak berwenang mengabaikan kami. Kami keluarga adalah orang-orang yang mencari, orang-orang yang menyelidiki, tetapi ketika kami memberi mereka informasi kami, mereka tidak melakukan apa-apa," kata pengunjuk rasa Maria Melo, yang saudara lelakinya Matusalen menghilang pada 2009 di negara bagian utara Coahuila , di perbatasan AS.

Lopez Obrador, presiden sayap kiri, bersumpah menghentikan kekerasan dan berbuat lebih banyak untuk menemukan mereka yang hilang, termasuk dengan meningkatkan upaya mengidentifikasi 26.000 mayat tak dikenal di negara itu.

Namun, tingkat kejahatan kekerasan sejauh ini meningkat di bawah pemerintahannya.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut