Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Iran Khamenei Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Taliban, dari Pembentukan hingga Menguasai Pemerintahan Afghanistan

Senin, 16 Agustus 2021 - 14:14:00 WIB
Sejarah Taliban, dari Pembentukan hingga Menguasai Pemerintahan Afghanistan
Kelompok Taliban merebut Kabul setelah 20 tahun digulingkan dari pemerintahan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Taliban telah merebut jantung pemerintahan Afghanistan, Kabul, Senin (16/8/2021), setelah memasuki kota tersebut sejak Minggu. Tak ada pertempuran sengit setelah kelompok tersebut memasuki Kabul, bahkan merebut istana kepresidenan.

Perebutan Kabul oleh Taliban jauh lebih cepat dari perkiraan intelijen dan militer yang menyebutkan bisa berlangsung 90 hari, dihitung sejak pekan lalu. Namun Taliban memasuki satu demi satu kota penting, termasuk di sekitar Kabul, dalam hitungan hari, bahkan nyaris tanpa perlawanan.

Selanjutnya Taliban, selaku penguasa politik Afghanistan sebelum kedatangan tentara Amerika Serikat pada 2001, berharap perindahan kekuasaan dari Presiden Ashraf Ghani yang kini berada di Tajikistan, berjalan dengan damai dalam beberapa hari mendatang.

Lantas siapakah Taliban dan bagaimana bisa para tentaranya yang tak memiliki peralatan perang canggih bisa menguasai Afghanistan?

1. Sejarah Taliban

Taliban, yang berarti mahasiswa dalam bahasa Pashtun, dibentuk pada 1994 di Kota Kandahar. Kelompok itu mulanya hanya salah satu faksi yang berusaha merebut pucuk kepemimpinan negara setelah hengkangnya pasukan Uni Soviet pada 1980-an.

Anggota Taliban pada masa awal pembentukannya banyak berasal dari kalangan mujahidin, para pejuang yang turun ke medan perang untuk mengusir pasukan Uni Soviet. Mujahidin Afghanistan mendapat banyak dukungan dari Amerika Serikat untuk melawan tentara Beruang Merah.

Di bawah sokongan mujahidin, dalam 2 tahun setelah pembentukannya, Taliban berhasil memegang kendali atas sebagian besar negara lalu dan memproklamirkan emirat Islam pada 1996 dengan menerapkan syariat. Namun sejak itu mulai ada gesekan dengan kelompok mujahidin yang membuat mereka keluar.

Jalan cerita menjadi berubah total setelah serangan 11 September 2001 di AS yang dilakukan Al Qaeda. Pasukan koalisi yang didukung AS menyerang Kabul pada November hingga terjadi pertempuran dahsyat. Pemerintahan Taliban pun digulingkan dan para anggotanya melarikan diri ke daerah-daerah terpencil untuk memulai pemberontakan selama 20 tahun. 

Pemberontakan berakhir hari ini ditandai dengan jatuhnya kembali Kabul ke tengan mereka.

2. Ideologi

Selama 5 tahun berkuasa, Taliban menerapkan syariat Islam yang ketat. Sebagian besar perempuan dilarang bekerja atau menimba ilmu sampai jenjang tinggi. Mereka juga tak diperbolehkan keluar rumah kecuali didampingi oleh saudara laki-laki.

Para lawan dan negara-negara Barat menuduh Taliban akan mengembalikan Afghanistan setelah perebutan terbaru ini ke gaya pemerintahan masa lalu. Namun Taliban membantahnya.

Pada awal 2021, Taliban mengatakan mereka menginginkan penerapan sistem Islam di negara itu, membuat aturan bagi hak-hak perempuan dan kelompok, sejalan dengan tradisi budaya serta aturan agama.

3. Pengakuan Internasional

Hanya empat negara, termasuk Pakistan, yang mengakui pemerintahan Taliban saat berkuasa. Sebagian besar negara lain serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) justru mengakui kelompok lain yang memegang kendali atas provinsi di utara Kabul sebagai pemegang kendali pemerintahan selanjutnya.

Amerika Serikat dan PBB memberlakukan sanksi terhadap Taliban. Selain itu sebagian besar negara memberikan sinyal tak akan mengakui mengakui pemerintahan Taliban secara diplomatik. Bahkan negara seperti China mulai berhati-hati mengakui Taliban sebagai rezim yang sah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut