Selain Indonesia, 5 Negara Ini Berlakukan Imlek Sebagai Libur Nasional
BEIJING, iNews.id - Tahun Baru Imlek merupakan hari raya yang dinantikan oleh warga etnis Tionghoa. Hari raya ini dianggap sangat penting bagi warga China karena menjadi salah satu momen berkumpul bagi anggota keluarga, seperti perayaan Natal bagi warga Barat.
Tak heran, Tahun Baru Imlek dijadikan libur nasional di China. Tidak hanya sehari, libur ini berlangsung selama seminggu hingga tanggal 20 Februari.
Seperti China, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memberlakukan Imlek sebagai hari libur nasional untuk menghargai warga etnis Tionghoa.
Namun tidak hanya Indonesia, beberapa negara lain yang memiliki populasi warga keturunan Tionghoa dalam jumlah besar juga turut menjadikan Imlek hari libur nasional. Beberapa negara seperti Brunei Darussalam, bahkan turut merayakan Imlek dengan meriah.
Dilansir Xinhua, berikut negara yang memberlakukan Imlek sebagai hari libur nasional.
1. INDONESIA
Tahun Baru Imlek, yang dikenal sebagai Imlek, dinyatakan sebagai hari libur umum satu hari atau hari libur nasional di Indonesia sejak 2003. Kebijakan ini ditetapkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pada 2001, almarhum Gus Dur mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) no 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi yang merayakan). Kemudian pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan Imlek sebagai hari libur nasional yang efektif berlaku mulai 2003.
2. SINGAPURA
Singapura mengumumkan libur tiga hari pada Tahun Baru Imlek 2017. Singapura diketahui menjadi salah satu negara yang didominasi oleh etnis Tionghoa. Jumlah penduduk etnis Tinghoa mencapai 74,1% berdasarkan data pada 2015.
Saat imlek, wisatawan dan penduduk lokal dapat mengunjungi berbagai tempat selama liburan, termasuk Gardens by the Bay, salah satu lokasi menakjubkan di Singapura, di mana lampu Tahun Baru Imlek bisa menyala terang melalui Supertrees yang menjulang tinggi.
3. MALAYSIA
Tahun Baru Imlek termasuk di antara lima hari raya terpenting di Malaysia. Sebagai hari libur nasional, Malaysia memiliki banyak kebiasaan dan perayaan yang sama dengan China. Berdasarkan sensus pada 2010, sekira 24,6% warga Malaysia merupakan etnis Tionghoa.
Malaysia memberlakukan dua hari libur nasional agar warganya dapat merayakan Imlek dengan lebih leluasa. Biasanya, warga akan turun ke jalan untuk mengikuti berbagai festival yang diselenggarakan di beberapa daerah seperti, Kuala Lumpur, Penang, dan Klang.
4. KOREA SELATAN
Tahun Baru Imlek juga dirayakan di Korea Selatan (Korsel) seperti Seollal, yakin tahun baru Korea (Korean New Year) yang jatuh pada hari pertama kalender bulan Korea dan menjadi hari libur nasional selama 3 hari.
Seollal menjadi salah satu perayaan terpenting bagi warga Korsel, karena bukan hanya dimanfaatkan untuk menghormati nenek moyang, tapi juga kesempatan untuk mengejar ketinggalan dengan anggota keluarga lain.
Di Korsel, warga yang merayakan Imlek akan berkumpul dengan kerabat atau keluarga dan menikmati santapan bersama.
5. FILIPINA
Tahun Baru Imlek juga dianggap sebagai festival terpenting bagi orang Filipina keturunan Tionghoa. Pada 2012, festival tersebut masuk dalam acara hari libur nasional di Filipina.
Sama seperti Indonesia, Filipina hanya memberlakukan satu hari libur nasional saat hari raya Imlek.
Di Filipina, warga keturunan etnis Tionghoa baik yang merupakan keturunan langsung maupun hasil pernikahan campuran sangat besar. Ada sekitar 100 juta warga yang merayakan Tahun Baru Imlek di Filipina setiap tahunnya.
6. BRUNEI DARUSSALAM
Sama seperti Indonesia, Brunei Darussalam dihuni oleh warga mayoritas Muslim. Meski populasi Tionghoa kecil, namun tarian naga, parade, hingga kembang api turut memeriahkan perayaan Imlek di negara dengan Ibu Kota Bandar Sri Begawan itu.
Imlek diberlakukan sebagaui hari libur nasional karena menurut data pada 2013, Brunei Darussalam dihuni sekitar 10,3% etnis Tionghoa.
Editor: Nathania Riris Michico