Selain Uang, Remaja Pelempar Telur Dapat Tiket dan Liburan Gratis
SYDNEY, iNews.id - William Connelly, remaja Australia berusia 17 tahun yang melempar telur ke kepala Senator Fraser Anning, mendonasikan sebagian uang yang dikumpulkan warganet untuknya.
Hinggal Selasa (19/3/2019), pengumpulan dana untuk Connolly melalui GoFundMe menembus 50.000 dolar Australia atau sekitar Rp500 juta. Dana itu digunakan untuk membiayai proses hukum Connelly serta membeli telur.
Seperti diketahui, Connelly ditangkap polisi dan diseret ke pengadilan pada Senin kemarin setelah melempar kepala Anning menggunakan telur pada Sabtu (16/3/2019) di Melbourne.
Aksi itu dilakukan sebagai protes atas pernyataan Anning sehari sebelumnya yang menyalahkan imigran muslim sebagai penyebab penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru.
Dalam pernyataan, Connelly mengatakan akan mendonasikan sebagian besar uang yang diperolehnya untuk korban penembakan masjid.
Connelly menjadi perbincangan warganet, tak hanya di Australia tapi dunia, setelah aksi melempar telur. Sejak itu, dia dijuluki sebagai pahlawan yang memerangi rasisme dan kefanatikan.
Warganet juga menyebutnya sebagai 'Bocah Telur', memberinya tiket konser untuk seumur hidup serta liburan gratis. Foto-fotonya juga digunakan di banyak kaos.
Sebaliknya, Senator sayap kanan Anning dikecam atas pernyataan menyalahkan imigran muslim. Bahkan kecaman datang dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan mantan PM Kevin Rudd. Morrison menyebut tak ada tempat bagi pernyataan semacam itu di Australia. Sementara Rudd menyerukan petisi untuk mendesak senator itu dicopot dari jabatannya.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga menyebut pernyataan Anning sebagai memalukan.
Anning sempat membalas Connelly dengan memukul wajahnya dua kali. Setelah itu, Connelly dibekuk oleh orang di sekitar Anning sebelum dibawa polisi.
Senator dari Queensland itu sama sekali tak menyesali perbuatannnya.
"Dia mendapat tamparan di wajah, yang seharusnya dilakukan ibunya sejak lama karena dia berperilaku buruk," kata Anning.
Dia juga menolak meminta maaf atas komentarnya tentang penembakan dan menyebutnya bahwa itu merupakan fakta.
Sementara itu, Connelly belum banyak berkomentar terkait aksinya itu. Dalam screenshoot foto pernyataan yang dirilis di GoFundMe, dia hanya mengatakan dalam pengawasan ketat dan komunikasinya di media sosial dibatasi.
Namun ada beberapa pernyataan yang sempat dibuatnya di Twiiter sebelum akunnya di-suspend.
"Ini adalah saat saya merasa sangat bangga sebagai manusia," ujarnya.
"Biar saya beri tahu Kalian, muslim bukan teroris dan terorisme tidak punya agama. Semua orang yang menganggap muslim sebagai teroris berarti kepalanya kosong seperti Anning," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono