Sempat Ditunda, Latihan Militer AS dan Korsel Digelar Usai Olimpiade

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 20 Februari 2018 - 12:30:00 WIB
Sempat Ditunda, Latihan Militer AS dan Korsel Digelar Usai Olimpiade
Latihan perang Korsel dan AS (Foto: Reuters)

SEOUL, iNews.id - Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel) Cho Myong Gyon mengatakan, latihan militer yang sempat tertunda antara Amerika Serikat (AS) dan negaranya karena pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, tetap akan dilaksanakan.

AS dan Korsel sepakat menunda latihan militer gabungan sampai setelah olimpiade berakhir pada 25 Februari mendatang.

"Saya tahu negosiasi bergerak ke arah diadakannya latihan perang," kata Cho, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/2/2018).

Namun dia enggan memberikan rincian terkait waktu latihan gabungan militer itu.

Militer Korsel dan AS biasanya mengadakan latihan militer yang disebut Key Resolve dan Foal Eagle pada Maret dan April. Latihan militer ini melibatkan sebanyak 17.000 tentara AS dan lebih dari 300.000 tentara dan warga sipil Korsel.

Sementara itu, Pemerintah Korea Utara (Korut) mengkritik latihan tersebut dan menyebutnya sebagai persiapan untuk menyerang negaranya. Uji coba rudal balisitik atau tindakan agresif lainnya menjadi tanggapan Korut atas latihan militer Korsel-AS.

Pyongyang bulan ini memperingatkan pihaknya tidak akan diam jika AS tetap melanjutkan latihan militer dengan Korsel, yang tertunda dengan tujuan untuk memastikan Olimpiade Musim Dingin berjalan damai.

Sejak keputusan untuk menunda latihan tersebut, Korut setuju mengadakan perundingan resmi dengan Korsel setelah lebih dari 2 tahun tak berkomunikasi. Selama pembicaraan itu, Korut setuju mengirim atletnya ke olimpiade, bersama tim cheerleader serta kelompok orkestra.

Editor : Anton Suhartono