Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati
Advertisement . Scroll to see content

Seorang Perawat Diduga Bunuh 100 Pasien Lebih demi Kepuasan

Jumat, 10 November 2017 - 11:25:00 WIB
Seorang Perawat Diduga Bunuh 100 Pasien Lebih demi Kepuasan
Niels Hoegel (kanan) (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

OLDENBURG, iNews.id – Kasus pembunuhan melibatkan seorang perawat, Niels Hoegel, di Jerman melebar. Sebelumnya dia sudah divonis hukuman penjara seumur hidup terkait pembunuhan dua pasien.

Temuan terbaru sebagaimana diungkapkan jaksa penuntut, korban Hoegel bukan hanya dua, tapi kemungkinan lebih dari 100 orang. Pembunuhan itu dilakukan di dua rumah sakit berbeda dalam beberapa tahun.

Penyelidikan lanjutan ini didasarkan atas pengakuan Hoegel di persidangan bahwa dia memberikan obat tertentu terhadap para penderita gangguan jantung. Penyelidik pun melakukan autopsi terhadap para jenazah untuk mengetahui kandungan racun pada tubuh. Jenazah yang diperiksa adalah mereka yang meninggal saat Hoegel bekerja di dua rumah sakit, yakni di Kota Oldenburg dan Delmenhorst. Penyelidikan terbaru menemukan 16 kasus serupa di dua rumah sakit itu.

Ini menambah jumlah temuan korban Hoegel sebelumnya, di mana pada Agustus lalu penyelidik juga mendapati setidaknya 84 pasien meninggal akibat keracunan. Para pasien itu tewas bertepatan dengan saat Hoegel bekerja.

Selepas Agustus, penyelidik menyampaikan bahwa mereka masih menunggu hasil pemeriksaan kandungan racun terhadap 41 jasad lainnya dan hingga saat ini baru 16 yang terungkap.

Terkait temuan ini, jaksa penuntut akan mengajukan tuntutan baru terhadap Hoegel pada awal 2018.
Hoegel divonis hukuman penjara seumur hidup pada 2015 dalam dua kasus pembunuhan di rumah sakit Delmenhorst. Dalam persidangan dia mengakui dengan sengaja membuat kondisi 90 pasien penderita gangguan jantung semakin parah hingga pingsan dengan memasukkan obat tertentu. Dia lalu berupaya membuat mereka siuman. Alasannya, dia sangat menikmati bisa membuat pasien tersadar dari pingsan, walaupun kenyataannya kondisi mereka semakin memburuk.

Hoegel bekerja di rumah sakit Oldenburg pada 1999 hingga 2002 dan di Delmenhorst dari 2003 hingga 2005. Sejauh ini penyelidik sudah mengautopsi 134 jasad dari 67 pemakaman.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut